17 July 2009

Bachelor Party untuk Lepas Lajang

Jakarta - Melepas masa lajang sesaat sebelum masuk ke jenjang pernikahan ternyata ada pestanya. Budaya pesta 'lepas lajang' atau yang populer disebut bachelor party ini tidak hanya komoditi kaum pria saja, tetapi juga kaum wanita.

Biasanya bachelor party ini dilakukan di private room sebuah klub malam atau karaoke, dengan aneka pesta memabukkan dan dimeriahkan dengan striptease. Untuk pesta pria tentu tarian telanjang dilakukan oleh wanita, sedangkan pesta lepas lajang wanita yang menari telanjang adalah lelaki gigolo.

Maraknya bachelor party yang sepertinya telah menjadi 'kewajiban' di kalangan kaum berpunya di Jakarta, tentu menjadi peluang bisnis buat sejumlah event organizer (EO). Sejumlah EO menawarkan berbagai paket menarik dan menggiurkan untuk pesta lepas lajang ini.

Sebuah EO di Jakarta, sebut saja Joker Entertaiment yang biasa menyelenggarakan bachelor party untuk kalangan high class, membuat sejumlah paket yang menyuguhkan striptease wanita-wanita dari Arab dan Uzbekistan. Harga paket bervariasi antara Rp50 juta sampai Rp100 juta.

"Untuk yang wanita yang ingin bachelor party, kami menyiapkan penari striptease lelaki yang macho-macho. Pasti berkesan deh pestanya, karena ini untuk melepas masa lajang," ujar Landy, pemilik Joker Entertainment.

Untuk menyelenggrakan party ini biasanya dilakukan di ruang-ruang karaoke, dan sifatnya sangat privat sekali. Jadi yang hadir hanya benar-benar teman dekat saja, karena adalah pesta gila-gilaan yang bisa menjadi kenangan tak terlupakan.

Jumat malam dua pekan lalu, saya diundang seorang teman yang akan menyelenggarakan bachelor party di sebuah tempat karaoke di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat. Tepat pukul 21.00, kami berdelapan sampai di suite room karaoke yang terletak di lantai 8 Gedung Menara Thamrin.

Robert, teman saya itu, adalah pengusaha ekspedisi. Ia akan menikah pada akhir Juli ini di sebuah hotel berbintang, di kawasan Jakarta Pusat. Tentu saja untuk mengakhiri masa lajangnya, ia pun menyelenggarakan bachelor party untuk kalangan terbatas.

Saya yang mendapat undangan via sms tentu saja tidak menyia-nyiakan kesempatan hadir di pesta itu. Karena saya tahu benar bahwa Robert memiliki hobi dugem. Jadi, pasti pestanya akan luar biasa dan ujung-ujungnya akan melibatkan sejumlah wanita cantik dan seksi.

Benar saja, ketika kami tiba di suite room karaoke itu, sudah ada lima wanita cantik dalam balutan busana seksi. Sementara di meja sudah terhidang berbagai minuman alkohol, seperti red wine, Jack Danniel, dan blue label. House music sudah mulai memekakan telinga di ruangan yang cukup luas itu.

Tak lama kemudian, pintu ruang karaoke di kunci dari dalam, dan dalam hitungan detik, lima wanita seksi itu sudah mulai menari bergoyang dengan meliuk-liukan tubuhnya. Tanpa komando, kelima wanita itu perlahan-lahan mulai menanggalkan helai demi helai busana yang melekat di tubuhnya.

Kami pun memelototi tubuh indah yang meliuk-liuk tanpa busana itu sambil menenggak red wine. Sampai akhirnya kelima wanita itu benar-benar telanjang bulat tanpa busana sehelai pun di tubuhnya.

Live sensual show pun dimulai. Kelima wanita itu mulai menggoda kami, terutama yang punya hajat, Robert. Mereka mulai mendekati dan 'mengeroyok' Robert, salah seorang dari wanita itu pun mulai nakal menggerayangi tubuh Robert dan meremas kemaluannya.

Tidak sampai disitu, pakaian Robert pun satu demi satu dilepas hingga tinggal celana dalam saja. Mendapat perlakuan itu, Robert pun tak mau kalah, tangannya ikut aktif meremas payudara para wanita penari striptease itu.

Kami pun yang melihat itu tertawa terbahak bahak dan bersorak-sorak. Kami pun ikut membantu meremas bokong para penari berkulit putih mulus itu.

Lantaran sudah tidak tahan dengan gejolak birahi, Robert pun menarik dua di antara lima wanita itu ke dalam toilet room karaoke. Entah apa yang mereka lakukan dalam toilet itu. Dari dalam toilte terdengar suara cekikikan kedua wanita itu.

Setelah 30 menit kemudian, Robert pun keluar dari toilet bersama dua wanita yang masih telanjang itu. Wajahnya kelihatan merah. Robertpun langsung mengenakan pakaiannya kembali, dan para para penari striptease itu juga masuk ke dalam toilet untuk mengenakan busana. Jam menunjukkan pukul 03.00, kami pun segera bergegas pulang.

Layanan Oral Ala Jalan Mahakam

Jakarta - Siapa tak kenal Jl Mahakam? Semua anak tonkrongan di Jakarta pasti mengenal jalan yang berdenyut hidup 24 jam itu. Jalan Mahakam di kawasan Blok M, Jakarta Selatan ini bagai jalan yang tak pernah mati.

Sepanjang pagi hingga petang, menjadi pusat perbelanjaan dan lalu-lalang orang yang bepergian dengan angkutan umum. Selepas petang hingga dini hari menjadi pusat kuliner dan tempat nongkrong anak-anak muda Jakarta.

Namun bukan karena itu saja Jl Mahakam menjadi terkenal, sebab ada sisi lain kehidupan yang berdenyut di sekitar Jalan Mahakam, yakni prostitusi jalanan, makanan kaki lima, kelompok pengamen, hingga wartawan pemburu berita kriminal yang menunggu adanya peristiwa di jalan itu.

Menjelang tengah malam di sudut Jl Mahakam, belasan perempuan belia atau ABG berkumpul bersama beberapa pria di sebuah warung rokok kecil dekat kios penjaja pulsa isi ulang. Mereka berpenampilan seksi dan menampilkan keceriaan sambil mengisap rokok serta menyapu pandangan ke arah mobil mewah yang berlalu.

Mayang, sebut saja demikian—seorang dari perempuan di tempat itu, terlihat santai sambil menyapa ramah. "Mau jalan. Siapa namanya?” demikian dia membuka pembicaraan.

Tak ketinggalan seorang pria berpenampilan gay berambut pirang ikut nimbrung mendekati mobil. Ia mempromosikan Mayang sebagai teman yang sabar dan bukan cewek sembarangan yang menjaja diri sebagai profesi harian.

”Kalau dia ke sini cuma iseng saja, Mas. Sehari-hari kerjaannya jelas di pertokoan X, menjaga sebuah toko," katanya.

Selanjutnya, dia langsung menawarkan tarif kencan sekitar Rp400.000 untuk short time dan layanan 'oral' Rp200.000. Penginapan pun sudah ditentukan tidak jauh dari bilangan Blok M, di sebuah tempat di dekat plaza terkenal di Senayan.

Tentu saja untuk jasa oral ini, harus dengan menggunakan mobil, biasanya harus berdua, karena bergantian menyetir. Sebagian besar yang ingin menggunakan jasa oral menggunakan mobil jenis Kijang.

"Pokoknya dijamin bersih, karena saat ejakulasi, air manisnya ditelan jadi tidak muncrat atau netes ke jok mobil," jelas Mayang.

Kalaupun tidak jadi booking, tak masalah. Segeralah berlalu dan mengitari kawasan itu. Mayang pun maklum, toh masih banyak pemuda iseng yang lalu lalang di seputar Jl Mahakam.

Tak jauh dari sana terdapat segerombolan pemuda di atas sepeda motor dengan penampilan pembalap jalanan. Mereka menemani sejumlah perempuan yang berkelompok berdiri di tepi jalan, menjaja cinta dan menanti pria iseng mendekat.

”Susah Bang, kalau hari biasa sepi. Bisa dapat satu atau dua tamu sudah bagus,” kata seseorang yang menemani seorang perempuan berdiri di ujung Jalan Mahakam, dekat Gelanggang Remaja Bulungan.

Dia mengaku saat menjelang malam Sabtu hingga akhir pekan, barulah mereka panen. Para perempuan itu bisa mendapat 3-5 tamu dalam satu malam.

Namun kala nasib naas menghampiri, belum mendapat tamu, justru razia petugas yang datang. Kadang kala ada oknum aparat yang mem-booking mereka, lalu memeras dan tidak mau membayar kencan.

"Kemarin ada yang ngaku dari Polda, Bang. Dewi sudah nemanin terus malah dimintai uang. Kalau tidak mau, diancam disel,” kata Dewi, seorang perempuan setengah baya yang menjadi ”mami” alias mucikari di Mahakam.

Rombongan wanita Mahakam, mucikari, dan gay di sana hanyalah salah satu dari happening di seputaran Blok-M. Hanya sepelemparan batu, tepatnya di sisi selatan Gelanggang Remaja Bulungan, terdapat lebih dari 20 angkringan pedagang gulai.

Mereka adalah pedagang gultik alias Gule Tikungan, yang terkadang oleh anak muda yang biasa mangkal di Blok M diplesetkan menjadi 'Gule Tikus'.

Para pedagang berasal dari daerah sekitar Solo, Jawa Tengah, dan biasanya masih berhubungan kerabat. Seporsi gulai dijual Rp7.000 dalam sepiring kecil lengkap dengan sayur dan kuah gurih.

Ahmad, seorang pedagang, mengaku tidak merasa harus bersaing dengan para pedagang lain yang umumnya adalah tetangga atau sanak keluarga. "Rezeki sudah ada yang ngatur, Mas," katanya singkat.

Selain gulai, ada warung sate, ayam bakar, roti bakar, hingga kios rokok, tempat mangkal wartawan televisi, yang buka hingga menjelang dini hari di kawasan yang sama. Setiap malam ribuan orang terutama muda-mudi yang mencari hiburan malam kerap singgah sejenak mengisi perut di kawasan itu.

Hiburan musisi jalanan pun mengisi malam di seputar Mahakam. Untuk berekspresi, pengunjung dapat menyanyi dengan iringan lengkap di Warung Apresiasi di dalam Gelanggang Remaja Bulungan. Itulah semarak malam di seputar Mahakam.

Ayam Kampus Nggak Ada Matinye

Jakarta � Orang-orang Bandung boleh bilang bahwa industri kreatif adalah aktivitas perekonomian yang tahan banting krisis. Tapi itu sepertinya perlu segera dikoreksi.

Karena ada 'industri' kreatif lain yang benar-benar tahan banting dari krisis ekonomi sedahsyat apapun, yaitu bisnis birahi alias pelacuran khususnya maraknya kembali ayam kampus.

Pelacuran telah menjelma menjadi sebuah hal yang sulit ditebak. Pergerakan mereka sangatlah dinamis seiring berkembangnya jaman. Ayam kampus adalah sebutan bagi mahasiswi yang punya double job menjadi pelacur di dunia kampus.

Sepak terjang ayam kampus lebih susah ditebak dibanding dengan para pelacur yang biasa berjejer di kawasan prostitusi dan lokalisasi. Bahkan jika diperhatikan penampilan dan kesehariannya di kampus, mereka terlihat sama dengan sejumlah mahasiswi lainnya.

Pasar merekapun lebih modern dengan memanfaatkan dunia online dalam menjajakan kenikmatan seks mereka. Prostitusi dunia online yang sangat terbuka menjadi ladang bagi ayam-ayam kampus menjajakan diri.

Ada yang lewat chat ataupun membuat profil di Friendster dan Facebook agar si calon pemakai jasa persetubuhan mereka dapat langsung melihat foto maupun jati diri si ayam kampus.

Harga yang dipatok pun pasti lebih mahal dibanding dengan kupu-kupu malam di daerah pelacuran. Entah apa yang menjadi alasan utama beberapa mahasiswi memutuskan untuk terlibat di dunia pelacuran ini.

Namun yang seringkali menjadi alasan adalah bahwa mereka harus membayar uang kuliah sendiri, kecewa dengan pacar, ataupun korban pemerkosaan saat masih duduk di bangku sekolah dan banyak lagi.

Isi tasnya tidak lupa selalu ada kondom dengan berbagai bentuk dan merek agar dapat setiap saat mampu melayani langganan booking-an yang hadir menghampirinya. Ada ayam kampus yang mencari langganan sendiri maupun melalui jasa ke pihak ketiga atau lewat perantara.

Harga untuk setiap booking-an ayam kampus bermacam-macam tergantung di mana dia menuntut ilmu. Ayam kampus dari universitas yang terkenal pasti lebih mahal jika di banding dengan kampus swasta yang biasa-biasa saja.

Namun itu semua tergantung dari cara ayam kampus itu memuaskan pelanggannya. Semakin ayam kampus itu memberikan servis yang memuaskan maka, namanya akan semakin melambung seiring harganya yang juga melambung tinggi.

Sepanjang Lenteng Agung dan Margonda sangat dikenal sebagai pemasok ayam kampus yang terkenal di seantero Jakarta. Bahkan sebuah penelusuran membuktikan, biar pemasaran ayam kampus lebih laris, ada ayam kampus dari universitas lain di Jakarta yang sengaja rutin mangkal atau nongkrong di kawasan Lenteng dan Margonda.

Gadis-Gadis Belia dalam Akuarium

Jakarta - Sebuah hotel berbintang tiga di Jl Mangga Besar, Jakarta Pusat, menyediakan paket gadis-gadis muda untuk kencan short time. Mereka ditempatkan dalam ruang kaca besar seperti akuarium.

Gadis-gadis belia ini layaknya seperti ikan hias yang siap untuk dipilih oleh tamu yang datang mengunjunginya.

Mencari Htl tvl di Jl Mangga Besar, tidaklah terlalu sulit. Di depan Jl Lokasari ada lampu merah, belok kanan, dan sekitar 50 meter di sebelah kiri, kita akan menemukan hotel berlantai empat yang di halamannya selalu ramai dipadati mobil-mobil parkir dari berbagai merek.

Hotel Tvl ini merupakan hotel bintang tiga yang memiliki fasilitas hiburan paling lengkap di antara hotel-hotel berbintang tiga lainnya. Selain ada kamar, hotel ini juga menyediakan ruang karaoke, diskotek, SPA, pijat, dan 'lapangan tembak'.

Tidak heran bila hotel Tvl ini saban malam selalu ramai dikunjungi tamu-tamu yang ingin berwisata birahi.

Setiap tamu yang datang pasti tidak akan melewatkan lantai dua di hotel ini. Karena selain terdapat restoran untuk rendevouz dengan gadis-gadis cantik yang juga merupakan tempat display ladies escort karaoke, juga di sebelahnya ada akuarium besar berisi gadis-gadis belia untuk kencam short time.

Berbeda dengan LC karaoke yang juga bisa untuk berkencan, tetapi tarifnya sangat bervariasi dan tidak memiliki patokan jelas.

"Ada yang Rp1 juta, Rp1,5 juta, dan ada yang Rp2 juta. Tergantung anaknya, Mas. Dia yang bikin harga sendiri," ujar Lisa, seorang 'mami' yang ada di restoran itu.

"Itu si Fanny. Dia mau kencan asal Rp2 juta, emang anaknya cantik. Cina Singkawang, Sebelum kencan dia mau menemanin karaoke dulu," kata mami itu lagi menjelaskan.

Menurut mami, cewel-cewel LC karoeke yang merasa memiliki wajah cantik dan menjadi primadona memasang bandrol cukup tinggi, sementara yang biasa-biasa saja rata-rata tarifnya Rp1 juta.

Sedangkan untuk gadis-gadis belia di dalam akuarium, patokan harganya jelas. Dengan uang tidak lebih dari Rp300.000, termasuk kamar, kondom, dan soft drink, tamu sudah dapat menikmati 'wisata bahari' dengan memilih teman kencan sesuai selera masing-masing. Rata-rata cewek yang di akuarium masih muda-muda berusia antara 16-22 tahun.

Di dalam akuarium itu setiap harinya tidak kurang dari 30 gadis yang stand by duduk-duduk sambil berhias, ngerumpi, atau melamun menunggu tamu yang datang.

Mereka dibagi dalam dua shitf, shift pertama mulai pukul 16.00 sampai pukul 20.00, sedangkan shift kedua dari pukul 20.00 sampai pukul 02.00 dini hari.

"Itu, Mas, yang rambutnya panjang No 27, baru datang. Cepet lho dipilih, ntar keburu diambil orang," kata Mami Else, yang bertugas di ruang akuarium ketika kami sedang melihat-lihat di sana.

Tak lama kemudian mami itu memanggil no 27 dan mengenalkannya kepada saya. "Ini Erni, Mas. Baru seminggu di Jakarta dari Indramayu," tutur mami lagi.

"Cuma Rp210.000 ribu, Mas. Udah sama kamar dan dapet kondom, gak mahal khan," kata mami itu lagi berpromosi.

Erni yang berkulit putih dengan tinggi badan 165 cm ini melihat dengan kerling mata genit sambil terus mengapit tangan saya.

Untuk kamarnya bisa memilih, apakah di dalam hotel atau di dalam kamar khusus di akuarium itu yang juga merupakan tempat pijat plus-plus. Tentunya untuk kamar hotel harganya berbeda, setiap tamu dibebani harga kamar hotel Rp150.000/jam.

Kamar khusus yang di dalam akuarium itu ada 10 ruangan di dalam lorong kecil dengan ukuran 3 X 5 meter yang dilengkapi dengan shower, meja rias, dan dua minuman aqua botolan.

Pengalaman wisata birahi di Hotel Tvl ini memang memiliki sensasi sendiri berbeda dengan tempat-tempat wisata birahi lainnya di Kota, Mangga Besar, dan Hayam Wuruk.

Di hotel ini tamu tidak membeli 'kucing dalam karung', artinya setiap cewek yang diajak kencan dipilih dalam keadaan terang benderang, tidak dalam keadaan lampu yang remang-remang seperti tempat-tempat lainnya.

Germo Banci Kuasai Pasar Seks (2)

Jakarta - Lain Andy, lain pula pula Om Bam. Bila Andy memiliki 'anak buah' kalangan biasa saja, maka Om Bam memgambil spesialisasi 'menjual' kalangan artis.

Modus operandi Om Ban tentu berbeda dengan germo-germo kelas menengah yang ada. Biasanya klien-klien Om Bam ini adalah para pejabat dan pengusaha berduit yang ingin berkencan dengan artis.

Modus biasanya melalui dua tahapan, pertama begitu tamu order lewat telepon, ia akan mengajak tamu itu untuk nge-date lebih dahulu dengan makan siang atau kongkow-kongkow di kafe-kafe mal. Pada saat bertemu itulah biasanya, Om Bam ini akan membawa gadis pesanan yang dikehendaki tamu. Biasanya Om Bam akan membawa 2-3 gadis pemain sinetron yang juga anak buahnya di agen management artist.

Dari obrolah atau kongkow-kongkow ini biasanya tamu memberikan isyarat gadis yang dipilihnya, dan Om Bam akan mengirim gadis itu pada malam hari ke hotel berbintang lima yang sudah dipesan tamu itu.

"Untuk tarifnya jangan tanya, paling murah Rp10 juta short time, tergantung dari nama besar si artis itu. Bila sering muncul di tabloid atau tayangan infotainmen, tentu lebih mahal bisa Rp25 juta sampai Rp50 juta," kata Om Bam.

Menurut Om Bam, paling enak bila artisnya dipacarin oleh pengusaha atau pejabat itu, karena ia bisa memeloroti uangnya, misalnya untuk shopping atau holiday ke luar negeri. Belum kalau ada sejumlah keperluan mendadak, misalnya bayar uang sewa gedung kantor atau cicilan mobil, maka tinggal telepon saja, langsung dibayarin.

Om Bam ini juga bercerita, bila artis dipacarin juga lebih menguntungkan buat si artisnya sendiri, karena tentu segala keperluan dari uang kos sampai kendaraan biasanya dibantu oleh pengusaha atau pejabat itu.

"Memang sih jatuhnya pakai hati. Kalau lagi berantem, gue juga kena getahnya, jadi bahan omelan atau curhat," kata Om Bam tertawa-tawa.

"Kalau gue sih nyaranin artis gue itu untuk bisa pacaran, karena kita bisa dapat proyek yang hasilnya jauh lebih besar ketimbang kerjaan short time," timpal Om Bam lagi.

Cerita tentang lika-liku bisnis seks oleh germo banci ini merupakan fenomena realita yang terjadi di kota metropolitan seperti Jakarta. Betapa besarnya transaski ratusan juta sampai miliaran rupiah di bisnis seks yang tidak akan berhenti selama ada kebutuhan dengan dunia kesenangan dan kenikmatan.

Germo Banci Dominasi Bisnis Seks

Jakarta - Runtuhnya kejayaan Hartono Prapanca sebagai germo kelas atas, ternyata tidak membuat dunia bisnis seks lesu darah. Mati satu tumbuh seribu.

Tidak heran bila bisnis lendir di Jakarta sekarang ini kian marak dengan tampilnya germo-germo baru mendominasi dunia kenikmatan bagi kaum lelaki ini.

Namun d ibalik fenomena banyaknya germo-germo baru yang muncul, ternyata germo banci sangat mendominasi jaringan perempuan penghibur dari kelas menengah sampai atas dengan modus operandi rapi dan terorganisir.

Tidak itu saja, salah seorang germo banci ini ada yang khusus menangani kalangan artis untuk dijual kepada pengusaha atau pejabat. Di dunia infotaimenmen, nama Om Bam tidak asing lagi, karena sering menjadi bahan berita baik di tabloid hiburan maupun di tayangan infotaimen televisi.

Peranan germo yang biasa disebut GM, mucikari, broker, cong, atau mami ini mempunyai peranan yang sangat penting dalam bisnis seks ini. Mereka menentukan proses perekrutan hingga pemasaran. Di tangan germo inilah, nilai jual seorang wanita penghibur bisa menjadi sangat bernilai atau harganya sesuai pasar.

Karena gaya bicaranya yang lemah gemulai dan meyakinkan, serta bisa menjual dengan harga tinggi, banyak perempuan penghibur dari kalangan pelajar, mahasiswi sampai artis lebih tertarik dicomblangi oleh banci daripada oleh 'mami' (germo perempuan) atau 'papi' (germo pria).

Jadi jangan heran sekarang bila kita ke kafe atau tempat hiburan banyak bencong-bencong yang pergi dan datang bersama beberapa perempuan cantik.

Seorang germo banci, sebut saja namanya Andy, sangat pandai menjual 'anak didiknya' dengan harga tinggi. Bila seorang perempuan penghibur itu bila transaksi sendiri hanya dibayar Rp500.000, maka ditangan Andy nilainya bisa menjadi Rp3 juta sampai Rp5 juta untuk {short time).

Selain itu mereka juga tidak usah repot-repot mencari tamu dengan mejeng di mal atau di tempat hiburan malam seperti diskotek atau klub, cukup nunggu di tempat kos dan Andy akan mencarikan tamu buat mereka.

"Kita tinggal nunggu call dari Andy aja untuk meluncur di hotel mana, nggak pusing cari tamu, Mas," ujar Adis, seorang 'anak didik' Andy.

Adis yang kos di Benhil ini adalah mahasiswi perguruan tinggi swasta di Jakarta Selatan. Kegiatannya selain kuliah juga menjadi model tabloid atau majalah hiburan.

Menurut Adis, ia memakai germo banci sebagai broker karena selain bisa menjual dengan harga tinggi, pergaulannya sangat luas, dan juga bisa menjadi teman curhat yang dapat dipercaya.

"Saya bisa cerita apa saja, tentang pacar atau yang lainnya tanpa harus malu. Dan germo banci ini selalu bisa berbagi dan memberikan solusi yang tepat," kata perempuan asal Menado.

Bahkan, kata Adis, di tangan Andy dia pernah mendapatkan tamu seorang paranormal ternama yang memiliki kekayaan miliaran dan kemana-kemana selalu dikawal bodyguard.

"Saya dijual dengan harga Rp 5 juta, tetapi saya dapat tip dari tamu itu setelah kencan Rp10 juta," ujar Adis.

Menurut Adis, dari uang Rp5 juta itu, Andy mengambil komisi 20%, hingga ia hanya mendapatkan Rp 3 juta.

"Ya, senang-senang aja, Mas dipotong segitu, wong kita gak repot cari tamu koq, dan tamu yang didapat pasti bonafid," tambah Adis lagi.

Adis yang mengaku terpaksa menjadi perempuan penghibur ini karena terdesak kebutuhan ekonomi untuk membantu orang tua di Menado dan membayar uang kuliah serta kos dan biaya hidupnya sehari-hari.

"Saya pernah menjadi piaraan paranormal itu selama enam bulan dan segala kebutuhan hidup saya dicukupi," katanya.

Andy memiliki 'anak didik" cukup banyak dari kalangan pelajar SMU, mahasiswi, model tabloid sampai figuran pemain sinetron. Mereka kos di daerah kawasan Tebet atau Benhil agar mudah mencapai akses kemana-mana ketika ada panggilan kencan.

"Kalau anak-anak baru, seperti pelajar atau mahasiswi Rp2 juta sampai Rp3 juta. Biasanya kita mengirim foto mereka melalui MMS di handphone. Setelah tamu meilih dan cocok sama orangnya baru kita kirim. Biasanya di hotel-hotel berbintang dan langsung di kamar," jelas Andy yang mengaku sudah menggeluti dunia bisnis seks ini selama lima tahun.

Sensasi Pijat 'Papan Seluncur'

Jakarta - Persaingan ketat di kawasan 'wisata seks' di Jl Mangga Besar - Hayam Wuruk, Jakarta Barat membuat sejumlah panti pijat plus membuat menu spesial untuk menarik perhatian tamu.

Salah satu satu layanan panti pijat plus yang cukup populer di kawasan kota adalah body massage 'papan seluncur' di Ktk. Tak sulit menemukan lokasi Ktk ini, karena letaknya di ujung jalan gang Jl Hayan Wuruk. Dari pinggir jalan dekat halte bus Hayam Wuruk sudah pasti terlihat plang Ktk besar dari tepi jalan.

Di Ktk ini setiap tamu yang berkunjung pasti tidak akan kecewa dan menyatakan puas atas layanan body massage 'papan seluncur'. Karena sensasi pelayanan yang diberikan berbeda dengan panti pijat plus lainnya yang berada di sekitar jalan lorong Ktk.

Cerita tentang body massage papan seluncur Ktk ini sebenarnya sudah jadi bahan pembicaraan di kalangan lelaki yang suka berwisata seks di kawasan Kota.

Panti Pijat Ktk ini sudah puluhan tahun terkenal dengan body massage papan seluncurnya. Bentuk pelayanan pijatnya tidak dilakukan lazimnya dengan tangan, tatapi dengan dada.

Di atas kasur air, setiap lelaki yang datang ke Ktk akan diberikan layanan sensasi yang tak akan terlupakan.

Sama seperti tempat panti-panti pijat lainnya yang ada di kawasan Kota, suasana nampak remang-remang ketika saya berkunjung ke Ktk, Jumat malam lalu.

Berbentuk seperti bar dengan sejumlah kursi tinggi, Ktk cukup ramai didatangi tamu-tamu yang ingin merasakan sensasi body massage papan seluncur.

Di sudut kiri bar ada sofa panjang dengan lampu terang menyala. Di sofa itu puluhan gadis tampak duduk-duduk sambil tersenyum menebar pesona kepada setiap lelaki yang meliriknya.

Ternyata sofa itu merupakan ruang display dan setiap tamu yang datang bebas memilihnya. Rata-rata gadis itu berusia antara 18-22 tahun.

"Di sini cewek-ceweknya kami seleksi, yang rata-rata ukuran branya 36 ke atas dan masih kencang baru bisa diterima, karena khan memang ciri khas Ktk pijat dengan dada," kata sseorang mami menjelaskan.

"Mau yang mana, Bos? Apa mau saya yang pilihkan. Itu Linda servisnya luar biasa, pasti ketagihan nanti," sambung mami itu lagi dengan nada menggoda.

Benar saja tak berapa lama, Linda sudah berada di sebelah saya, setelah melihat lambaian tangan mami memanggilnya.

Linda dengan ramah mengajak saya mengobrol, dan tak hentinya dia juga melayani saya menuangkan minuman ke gelas dan menawarkan rokok.

Linda berperawakan sedang, putih, dengan rambut lurus sebahu. Matanya dipasangi soft lens biru, alis tebal dengan lesung pipi membuat semua lelaki pasti ingin mengencaninya.

"Ayo, Mas. Kita langsung masuk aja, mumpung kamarnya lagi ada yang kosong," ajak Linda sambil menarik tangan saya mengikutinya.

Linda membawa saya menaiki anak tangga menuju lantai dua. Kamar yang tersedia di Ktk bertipe standar, seperti kamar kos-kosan, ada AC dan shower yang ditutupi tirai untuk mandi.

Di dalam kamar itu ada tempat tidur tanpa sprei. Tampat tidur itu terbuat dari semi kulit yang memang untuk digenangi air dan bisa dibersihkan lagi dengan cara di lap.

Dengan cahaya lampu redup, saya melihat Linda secara perlahan mulai menanggalkan pakaian hingga tanpa benang sehelaipun di tubuhnya. Saya pun diminta usegera melepas semua pakaian yang melekat di badan.

Kemudian Linda mulai prosesi layanan dengan membasahi dulu tubuh di shower dan membalur sekujur badannya dengan sabun hingga berbusa. Tanpa banyak tanya gadis asal Bandung ini juga melumuri tempat tidur dengan sabun hingga licin.

Proses pijat pun dimulai, tubuh saya dari ujung kaki hingga kepala digesek dengan dadanya seperti papan seluncur. Tentu saja saya menggelinjang kegelian, karena puting yang licin berada di badan saya yang juga sudah penuh sabun. Apalagi bila terkena rambut-rambut halusnya, aduhhhh terasa nikmat sekali.

Setelah prosesi badan, saya pun di suruh terlentang, di sinilah klimaksnya yang membuat semua lelaki tidak tahan.

"Gimana, Mas? Mantap?" kata Linda dengan napas agak terengah-engah karena kecapaian.

Untuk body massage papan seluncur ini kita cukup merogeh kocek Rp300.000 plus uang tip Rp100.000.

Mengais 'Recehan' di Dunia Hiburan

Jakarta - Profesi pekerja malam lainnya yang berjuang untuk mendapatkan nafkah di dunia hiburan malam adalah para penari erotis di sejumlah klub.

Indah, penari erotis di sebuah klub di Jl Hayam Wuruk mengaku mendapat honor sekali menari Rp200 ribu dari pengelola klub.

"Namun setiap kali menari, ada tamu yang royal suka memberikan tip sampai Rp300.000. Itupun saya harus rela tubuh saya digerayangi dulu," ucap Indah.

Menurut Indah, ayah dan ibunya yang berwirasawsta membuka toko pakaian di Glodok, tidak tahu kalau anaknya menjadi penari erotis. Mereka hanya tahu anaknya bekerja sebagai kasir di restoran cepat saji.

Meski bergelut dengan dunia hiburan malam yang selalu melekat dengan narkoba, Indah mengaku tidak mau lagi memakai pil ekstasi.

"Kalau pakai Inex wajah pusat dan terlihat kusut. Ini bisa menimbulkan kecurigaan orang tua. Makanya saya gak mau lagi, walalupun dikasih. Lagi pula ayah saya seorang polisi, bisa mampus saya," ujarnya.

Masih banyak lagi nasib perempuan muda seperti Indah dan Shinta. Setiap malam ia bertemu dengan para lelaki hidung belang yang dengan sesukanya menggerayangi tubuh mereka. Begitulah setiap malam pengorbanan yang harus ia lakukan untuk sesuap nasi, entah sampai kapan mereka bisa bertahan.

Para pekerja malam itu memang sebagian terlahir dari keluarga yang terjerat dengan kemiskinan, dan susahnya mencari pekerjaan di kota metropolitan yang kejam bagi yang tidak mempunyai ketrampilan.

Di antara mereka itu pasti ada yang pernah mencoba ekstasi. lantas kecanduan. Namun ada juga yang tidak mau mencobanya, karena tahu dampak buruk bagi tubuhnya. Namun siapa yang bisa menjamin mereka mampu bertahan dari godaan dunia malam yang memberikan dan menawarkan kesenangan dan kegembiraan.

"Kalau orang tua saya mampu membiayai kuliah, mungkin jalan hidup saya berbeda, dan saya nggak mau hidup seperti ini," tutur Indah yang mengaku kuliah hanya sampai semester dua.

Dunia hiburan malam yang terus berdenyut di berbagai diskotek di Jakarta. Tukang ojek, sopir taksi turut kecipratan rezeki saat bubaran diskotek itu untuk mengantar para perempuan pekerja malam itu pulang ke rumah atau ke tempat kosnya.

Para Korban Industri Hiburan Malam (1)

Jakarta - Dunia hiburan yang begitu gemerlap di Jakarta, bahkan denyut nadinya nonstop selama 24 jam membuat banyak peluang bagi sejumlah orang untuk mencari nafkah.

Tidak heran bila hampir semua tempat hiburan di Jakarta sudah seperti gula dirubung semut. Tidak saja untuk para karyawannya di tempat hiburan itu, tetapi juga bagi warga di sekitar lokasi tempat dugem itu.

Dengan ramainya para clubbers yang datang, roda ekonomi pun bergerak, mulai dari tukang parkir, penjual minuman pinggir jalan, penjual makanan kaki lima, dan para pengemis jalanan akan mendapatkan rezeki guna menghidupi keluarganya.

Biaya pendidikan yang membumbung tinggi dan harga susu yang tak terbeli, membuat sejumlah tempat hiburan di Jakarta menjadi satu-satunya harapan untuk memperoleh rezeki memenuhi kebutuhan anak sekolah, membeli susu bagi yang punya bayi, dan kebutuhan lainnnya, seperti membeli beras, lauk pauk, dan membayar kontrak rumah.

Salah satu profesi yang amat menggantungkan hidupnya pada dunia hiburan malam ini adalah para perempuan pekerja malam. Mereka hidup tak ubahnya seperti kelalawar, siang untuk tidur, malam hingga pagi mereka bekerja.

Seperti yang terjadi di sebuah diskotek di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta. Puluhan perempuan muda dengan dengan dandanan menor, dan pakaian yang ketat terlihat seksi hilir-mudik di lantai empat diskotek yang tidak pernah sepi dari para clubbers itu.

Mereka saling berlomba memikat tamu yang datang agar mau ditemani berajojing atau tripping bareng. Bahkan sejumlah perempuan ini juga banyak menawarkan diri untuk bisa diajak kencan short time.

Sebagian besar mereka berasal dari kota-kota di Jawa Barat, seperti Indramayu, Cirebon, Tasikmalaya, Bandung, Ciamis. Bahkan ada juga yang berasal dari Sumatra dan Kalimantan.

Di antara ingar-bingarnya house music dan remang-remangnya ruang diskotek, para perempuan ini harus bersaing ketat mendapatkan tamu. Cara apa saja dilakukan, termasuk menenggak pil ekstasi atau ineks agar tamu juga ikut senang ditemani.

"Walaupun saya besoknya nggak bisa tidur dan gak bisa makan karena pengaruh pil itu, saya harus tetap neken, karena tuntutan pekerjaan," ujar Lisa, seorang pekerja malam yang saya temui di lantai empat diskotek di Jl Hayam Wuruk, Jakarta Barat.

Perempuan berusia 18 ini mengaku baru tiga bulan tinggal di Jakarta.

"Kalau pakai Inex, nggak enak basiannya, Mas. Mata melotot melulu, susah makan, badan lemes, sengsara deh. Tapi kalau tamunya nawarin, kita terpaksa harus mau," kata Lisa yang kos di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat itu.

Perempuan asal Indramayu itu bersama dua temannya datang ke Jakarta untuk mengadu nasib, karena susah mencari pekerjaan di daerahnya.

Ketika sampai di Jakarta, dia dan dua temannya mendapat tawaran bekerja sebagai hostes di diskotek ini, menemani tamu tripping dan kencan short time. "Yah, daripada jadi pengemis, tawaran pekerjaan itu saya terima," ungkap Lisa.

Meski mengaku sebagai anak bandel, Lisa tetap mengirim uang Rp1 juta kepada orang tuanya di Indramayu.

"Ayah dan ibu saya di Indramayu sudah tua dan tidak bekerja lagi. Jadi satu-satunya harapan untuk mendapat uang ya dari saya ini," papar Lisa lagi.

Menurut Lisa, kedua orang tuanya, tidak tahu kalau ia bekerja sebagai hostes di diskotek, tetapi kerja di salon di Jakarta.

Setiap bulan Lisa mendapat bayaran Rp3 juta dari pengelola diskotek. Namun, penghasilan paling besar tentu saja adalah dari tip yang diperoleh dari tamu yang ia temani.

Bagi Lisa, tiada hari libur untuk bekerja. Setiap hari ia datang ke diskotek itu pukul 21.00 sampai pukul 09.00 pagi.

"Di sini tamu banyak datang pada Rabu malam, Jumat malam dan Sabtu malam. Pada malam ramai itu saya bisa menemani atau kencan dengan 6-8 tamu," katanya.

"Saya hanya lulusan SMA di daerah, paling-paling kalau jadi pramuniaga, gaji saya cuma satu juta, mana bisa untuk hidup di Jakarta dan bantu orang tua di kampung," tutur Lisa lagi.

Dunia hiburan malam ini banyak memberinya uang, karena itu ia meminta jangan sering-sering ada razia, karena yang susah juga orang kecil.

"Waktu musim razia, diskotek sepi, saya nggak dapat tamu, nggak bisa kirim uang ke orang tua, dan gak bisa makan," kata Lisa dengan nada lirih.

Shinta, 20, pekerja malam lainnya mengaku hanya dari dunia hiburan inilah ia bisa menyekolahkan dua adiknya yang masih duduk di bangku SMP dan SMA.

"Saya sih bercita-cita menyekolahkan adik saya sampai sarjana. Biarlah saya yang berkorban, yang penting masa depan dua adik saya bisa lebih baik," tuturnya.

Shinta yang tinggal di mess di Mangga Besar ini terjerat dengan kemiskinan keluarganya. Makanya kerja apapun seperti melayani lelaki hidung belang harus ia lakoni agar asap dapur keluarga bisa terus mengebul.

24 Jam di Diskotek Nonstop

Jakarta - Dunia hiburan di Jakarta dengan para clubbers mania yang tiada henti dan lelah menikmati irama dentuman house music, membuat diskotek Mls, di Lokasari, buka nonstop 24 jam pada akhir pekan -- mulai Jumat buka pukul 22.00, diskotek ini baru tutup pada Senin pukul 12.00.

Asap rokok, narkoba, dan minuman beralkohol menjadi bagian dari dunia hiburan malam di tempat ini. Sejumlah perempuan berpakaian seksi berseliweran, menunggu tamu

yang datang. Di diskotek itu sebagian perempuan berasal dari kota-kota di Jawa Barat, bahkan dari Kalimantan.

Di antara ingar-bingar house music dan remang-remangnya ruang diskotek, beberapa pria terang-terangan menawarkan obat-obatan terlarang kepada pengunjung.

Perilaku itu tentunya sangat ironis, mengingat di dekat pintu masuk terpampang spanduk bertulisan antinarkoba.

"Hampir semua perempuan di sini suka menggunakan inex, menemani tamu," ungkap Dea, seorang pekerja malam. Perempuan berusia 19 itu mengaku baru delapan bulan tinggal di Jakarta.

"Kalau pakai inex kita bisa tiga hari dua malam joget tanpa henti," papar perempuan yang kost di Mangga Besar, Jakarta Barat ini.

Perempuan asal Bandung itu sempat bekerja di diskotek di kota asalnya, sebelum bersama dua temannya datang ke Jakarta.

Ingar bingarnya tempat hiburan diskotek di Jakarta selalu ramai, karena para pengunjung yang datang dipengaruhi oleh pil gedhek itu.

Kami yang datang ke Mls bersama teman pada Sabtu pagi, setelah dari tiga tempat hiburan di kawasan Jakarta Selatan, mendapatkan pengunjung di diskotek itu masih membludak.

Padahal di Mls terdapat dua venue diskotek dengan irama musik berbeda. Baik venue irama musik kota dan musik Selatan masih dipadati pengunjung. Bahkan untuk berjalan ke kamar kecil harus berdesak-desakan dengan para clubbers yang terus bergoyang tiada henti.

Di diskotek ini pengedar menawarkan ekstasi kepada pengunjung secara terang- terangan, terbuka, dan agresif.

"Bos, ini ada barang bagus. Panda Orange, lebih bagus dari panda kuning," katanya menawarkan ekstasi.

"Harganya pek go (Rp 150.000), mau ambil berapa bos," ujarnya.

Ekstasi yang membuat penggunanya lebih riang saat berjoget itu memang menjadi menu utama para clubbers yang datang ke diskotek dari Jumat hingga Senin siang ini.

Diskotek menjadi riuh memang. Bukan hanya karena musik keras dengan sound system yang bagus, tetapi juga dipacu pil ekstasi.

"Are you ready?" teriak disc jockey yang berada di balkon mengajak ratusan pengunjung yang berada di bawahnya untuk tetap bersemangat dan terus bergoyang.

"Barang di Mls ini merupakan yang paling bagus di kawasan Kota. Jadi jangan heran kalau Diskotek Mls ini selalu membludak, apalagi kalau akhir pekan," kata teman saya Ipul.

Dunia hiburan di Jakarta memang tak pernah sepi, walaupun beberapa kali dilakukan razia, tetap saja para clubbers mania tak jera untuk melampiaskan kesenangan menikmati dentuman house music.

Geliat Diskotek Janda Muda

Jakarta - Sebagian besar guest relation officer (GRO), waitress, dan kasir di sebuah diskotek elit di dalam pusat perbelanjaan elite di Senayan, Jakarta, ternyata janda-janda muda yang bisa diajak tripping dan kencan bareng.

Diskotek yang buka seminggu tiga kali pada Rabu, Jumat, dan Sabtu ini merupakan tempat dugem papan atas di Jakarta. Selain tempatnya paling strategis di dalam mal elite, juga paling banyak dikunjungi para clubbers mania. Bahkan disktotek ini sudah dikenal oleh para clubbers dari negara tetangga seperti Malaysia dan Singapora.

Setiap Rabu malam, diskotek ini mengadakan acara ladies nite, yakni gratis masuk bagi para clubbers perempuan. Tak heran bila Rabu malam diskotek ini disesaki perempuan cantik dan seksi dari berbagai kalangan.

Diskotek yang memiliki tiga venue ini menawarkan tiga aliran musik, sehingga pengunjung bisa memilih musik sesuai seleranya masing-masing, ada musik disko, R&B, dan hiphop.

Bila kita masuk ke diskotek ini di lantai empat pusat perbelanjaan itu, di depan pintu masuk langsung disambut oleh sejumlah GRO muda yang cantik dan seksi.

Mereka dengan ramah akan menyapa dan mengantarkan kita ke sofa atau meja yang kita pesan.

Di dalam diskotek juga para waitress muda yang cantik akan menawarkan berbagai jenis minuman yang kita suka. Dan di setiap sudut terlihat kasir-kasir yang juga perempuan muda sedang sibuk bekerja melayani pembelian minuman.

Jika kita tak akrab dengan mereka, maka kita akan menyangka para perempuan muda yang bekerja di diskotek itu masih berstatus single. Melihat dari postur tubuh mereka yang mungil, langsing, dan kencang, seperti layaknya remaja ABG.

Namun bila kita menjadi teman akrab mereka, maka kita akan terkejut mengetahui rata-rata mereka para GRO, waitress, dam kasir di diskotek itu adalah janda-janda muda beranak satu dan dua.

Bahkan yang lebih kita terperangah lagi, usai jam kerja yakni pukul 06.00, mereka bisa diajak nyambung untuk tripping ke diskotek yang buka sampai siang di kawasan Kota.

Setelah dari Kota inilah mereka bisa diajak kencan ke hotel atau di tempat kost. Tentu saja untuk mengajak kencan mereka kita harus memberikan uang 'lipstik' yang besarnya berkisar Rp500.000 sampai Rp1 juta.

Dua GRO yang terkenal namanya Win dan Din. Dua perempuan cantik itu bertugas di depan pintu masuk diskotek. Sepintas mereka kelihatan masih ABG, dengan wajah imut-imut, berkulit putih, langsing dan senyum yang menggoda.

Begitu juga dengan waiterss Sis dan Sya yang selain menawarkan minuman juga kadang-kadang menemani tamu joget di dance floor.

Di salah satu geng janda diskotek itu, saya mengenal baik yang namanya Lis, dia bertugas sebagai kasir. Beberapa kali saya jalan dugem bareng dengan Lis usai dia pulang kerja.

"Baru tau ya, Mas, kalau kami semua ini janda-janda," ujarnya sambil senyum-senyum.

Lis yang berusia sekitar 23 ini memiliki wajah unik, seperti gadis India. Berkulit hitam manis dengan rambut tergerai sebahu, Lis memiliki tubuh sintal.

"Kami semua jablay, Mas. Haus kasih sayang dan butuh uang untuk lipstik," kata Lis lagi.

Lis mengaku janda beranak satu dan cerai dari suaminya, karena tidak tahan dengan perlakuan suami yang suka memukulnya bila sedang bertengkar.

"Anak ikut suami, jadi saya bebas pulang ke kost. Kalau mau lanjut oke, tapi jangan lupa ntar kasih uang lipstiknya, Mas," ucap Lis.

Menurut Lis, sejumlah temannya seperti Win dan Din juga janda beranak satu. Sama dengan Sis dan Sya yang bertugas sebagai waitress.

"Masih banyak Mas yang janda. Cuma yang agak populer kita-kita aja, karena mungkin terlalu sering lanjut dugem setelah pulang kerja," tutur Lis lagi.

Lis yang sudah satu setengah tahun bekerja di diskotek itu mengaku gaji yang ia terima tidak cukup untuk hidup selama satu bulan. Bayar uang kos, makan dan transport aja masih nombok.

"Apalagi untuk beli baju, bedak dan lipstik. Kami ini hobinya dugem, jadi harus cari tambahan lain, Mas. Biasanya setelah pulang kerja kami menemani tamu yang lanjut ke kota untuk tripping," kata Lis lagi.

Kadang-kadang, kata Lis, ada tamu yang royal memberikan tips, tapi memang jumlahnya tak banyak.

"Ya terpaksa kita berkencan sama tamu. Tetapi tentu yang kita juga suka sama tamu itu," tambahnya.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Din. Janda beranak satu berwajah imut-imut ini banyak memiliki tamu pelanggan yang sering memberikan uang tips.

"Yah, hidup di Jakarta itu keras, Mas. Jadi harus pandai-pandai cari uangnya. Apalagi kita-kita ini bekerja di dunia entertainmen, jadi harus kelihatan senang terus, wajah nggak boleh kelihatan sedih atau susah," kata Din mengakhiri obrolan.

'Orgasme Murah' di Kalijodo

Jakarta - Siapa tidak kenal Kalijodo? Pasti sebagian besar warga Jakarta sudah mengenalnya. Sebagai daerah 'hitam', lokalisasi kawasan ini dikenal sebagai biangnya tempat kriminalitas.

Namun di balik keangkerannya, Kalijodo memiliki daya tarik tersendiri di dalam kehidupan malam. Tidak heran bila malam tiba, Kalijodo selalu ramai dikunjungi, karena di tempat inilah ratusan pekerja seks komersial bertebaran menjajakan diri dengan tarif terjangkau.

Sebagai daerah hitam, geliat kehidupan malam Kalijodo diramaikan dengan banyaknya bertebaran warung remang-remang, bar, kafe-kafe dangdut, billiar, rumah bordir, transaksi narkoba, dan judi kecil-kecilan.

Tak heran bila transaksi perputaran omzet uang di Kalijodo ini cukup besar, bisa mencapai ratusan juta rupiah tiap malam.

Di lokalisasi ini ratusan 'kupu-kupu malam' menggantungkan hidupnya. Mereka menjajakan diri di kafe dan wisma-wisma yang menjamur di sana. Rata-rata usia mereka bervariasi antara 15-50.

Yang menarik dari kupu-kupu malam ini banyak di antara mereka masih sangat muda alias ABG. Tak heran bila beberapa waktu lalu terungkap ada 20 anak SMP di Tambora yang ikut mangkal di lokalisasi ini. Ternyata setelah diperiksa 20 anak SMP ini jadi pelacur, karena ingin memiliki ponsel dan uang jajan di sekolah.

Geliat Kalijodo terlihat bila menjelang malam, alunan musik dangdut terus menggema, sementara ratusan cewek-cewek terlihat sibuk ber-make up ria.

Ada yang sedang mengolesi bibirnya dengan lipstik, memakai bedak, bercermin dengan baju seksi, atau ada yang sedang melamun merenungi nasib.

Sebagian besar dari para PSK ini tinggal di lokalisasi dengan pengawasan ketat para mami yang menjaganya di bawah pengawasan preman yang disewanya.

Tepat pukul 22.00, kawasan ini berubah seperti pasar kaget. Ratusan 'kupu-kupu malam' mejeng sambil menggoda dengan senyum genit kepada para lelaki hidung belang yang ingin melepas syahwat.

"Mau ngamar, Mas? Nanti saya kasih yang bagus. Atau mau yang ABG, tapi harganya beda dikit gak dapat cepek (seratus ribu)," kata seorang mami ketika saya mengunjungi Kalijodo, pekan lalu.

Belum lagi saya mengiyakan, mami itu sudah memanggil seorang ABG yang masih terlihat lugu. Dengan lipstik merah menyala dan pakaian sedikit terbuka sehingga terlihat belahan dadanya yang putih, ABG itu kelihatan lebih dewasa dari usia sebenarnya.

"Ini Titin, Mas. Baru 19 tahun. Cantik khan. Kalau mau ngamar cepetan, nanti keburu disamber orang lho," kata mami itu lagi.

"Bentar lagi, Mi. Minum dulu," jawab saya sambil menawarkan segelas bir hitam kepada Titin.

Dalam obrolan singkat dengan Titin, ia mengaku terpaksa mangkal di Kalijodo, karena orang tuanya sudah tidak mampu membiayai sekolahnya lagi di kampung.

"Saya cuma tamatan SMP, cari kerja di Jakarta susah, jadinya kaya gini," kata Titin yang mengaku berasal dari Tasikmalaya itu.

Menurut Titin, dari uang Rp100 ribu yang ia terima sekali berkencan, ia harus membayar sewa kamar Rp20.000 dan memberikan ke mami Rp30.000.

"Jadi bersih saya cuma dapet Rp50.000. Yah kalau lagi bagus, saya semalem bisa dapet lima tamu. Saya juga suka dapat uang tip, kalau tamunya royal," kata Titin yang memiliki rambut sebahu dengan tahi lalat kecil di atas bibirnya itu.

Keberadaan ABG-ABG di Kalijodo ini sekarang menjadi daya tarik tersendiri. Sehingga banyak para lelaki hidung belang dari berbagai penjuru sudut kota tertarik singgah di kawasan ini.

"Sebenarnya di sini aman, Mas, kalau tidak ada yang memulai. Kita udah bayar uang keamanan, kok. Jadi jangan khawatir," kata mami menimpali.

Lokalisasi Kalijodo beberapa waktu lalu sempat menjadi menjadi favorit dan berjaya. Tak hanya para preman yang menikmati keuntungan, tapi juga oknum aparat dari berbagai instansi ikut kecipratan dari transaksi bisnis dunia hitam di Kalijodo ini.

Rencana penutupan lokasi pelacuran pasca bentrok pada 2002 lalu sempat membuat Kalijodo sepi kunjungan. Namun sekarang dunia malam di Kalijodo sudah mulai menggeliat lagi, dan seperti waktu-waktu sebelumnya bila malam menjelang, Kalijodo sudah seperti pasar malam yang hiruk pikuk.

Wajah-wajah baru para pelacur muda berusia belasan tahun mewarnai kawasan itu bersaing dengan para senior menawarkan orgasme murah. Mereka terjerumus ke lembah nista mencari uang untuk membiayai hidupnya di Jakarta yang keras ini.

Jual Diri Artis Sinetron

Jakarta - Tak dapat dipungkiri berkembangnya dunia hiburan membuat banyak mimpi para perempuan, terutama yang berparas cantik untuk cepat mencapai 'bintang' dengan menjadi artis atau bintang iklan di televisi.

Dengan menjadi artis sinetron mereka membayangkan akan mudah mendapat uang banyak dan hidup glamor di Jakarta.

Menjamurnya tayangan sinetron di hampir seluruh stasiun televisi yang menjual cerita cinta dan kesedihan makin menambah semangat para perempuan cantik itu untuk berbondong-bondong belajar akting. Tujuannya tak lain adalah hasil instan untuk mendapat peran di sebuah tayangan sinetron.

Sejumlah televisi swasta pun tak mau ketinggalan dengan membuat acara reality show untuk menjaring calon artis. Managemen artis yang ada kebanjiran foto yang dikirim para calon untuk dapat mengikuti casting oleh stasiun televisi atau production house (PH) yang akan membuat tayangan sinetron.

Namun kenyataannya mimpi-mimpi indah itu banyak yang di luar kenyataan. Para perempuan cantik yang sudah keburu masuk managemen artis banyak kecele, ternyata imbalan atau honor yang mereka terima tidak seperti yang mereka bayangkan.

Hidup glamor dengan memakai baju-baju dan perhiasan mahal serta bermerek hanya tinggal impian saja. Honor yang mereka terima ternyata hanya cukup untuk beli bedak, biaya makan atau ongkos pulang pergi syuting saja.

Bahkan kadang-kadang honor yang tak seberapa itu suka terlambat dibayar atau bahkan tidak dibayarkan oleh managemen artis.

Inilah mungkin yang membuat para artis sinetron itu side job dengan menjadi peneman karaoke para pejabat atau lelaki berduit.

Untuk urusan menemani karaoke itu, tips yang mereka cukup lumayan, ada pejabat yang memberikan tips sampai Rp5 juta untuk sekali menemani karaoke saja. Bagi pejabat tentu uang segitu tak ada artinya dibandingkan gengsi dan kesenangan bernyanyi sambil di temani artis sinetron yang hanya dilihat melalui tayangan televisi atau infotainmen.

Bagi yang ambisius untuk hidup mewah, para artis sinetron ini bahkan ada yang sampai mengencani lelaki berduit untuk mengeruk harta sebanyak mungkin. Triknya dari shopping date sampai plesir ke mancanegara.

Suatu sore di sebuah mal elit di dekat Bundaran Hotel Indonesia seorang gadis cantik yang juga pemain sinetron, bahkan presenter di acara infotainmen menggandeng seorang pria perlente yang mengenakan jam bermerek dan cincin berlian.

Bukan hanya bintang sinetron itu yang saya kenal baik, tetapi yang membuat saya terperangah juga, pria yang bersama artis sinetron saya pun mengenalnya cukup akrab. Bahkan beberapa kali kami satu meja di kafe dan bahkan pernah dugem bersama.

Setelah basa basi sebentar, saya, lihat kedua pasangan itu masuk ke counter baju bermerek, kemudian keluar membawa tas belanja besar. Setelah itu mereka berjalan dan masuk lagi ke counter jam mewah, dan tak berapa lama keluar lagi dengan membawa tentengan tas.

Artis sinetron yang bernama Vit itu bernaung di bawah managemen artis yang cukup ternama di Jakarta. Karena itu heran juga, dengan saya dengan Vit yang cantiik, muda, dan terkenal mau berpacaran dengan lakor (laki orang) yang sudah berumur pula.

"Yang penting happy, Mas. Honor main sinetron kan nggak seberapa. Mana bisa buat beli jam ini," ujar Vit suatu sore sambil menunjukkan jam Cartier ketika saya menemuinya di sebuah kafe di mal kawasan Senayan.

Menurut Vit, selain memacari lelaki berduit, ia juga sering menemani tamu-tamu karaoke. Biasanya tamu-tamu itu pejabat daerah, misalnya bupati atau gubernur yang datang ke Jakarta.

Dalam mencari pasangan cinta itu, Vit, mengaku tidak menerima order melalui telepon atau GM, tetapi dari temen yang kenal dengan pejabat atau lelaki yang berduit, tapi ingin berkencan dengan artis.

"Gue udah dijanjiin mau dibeliin mobil CRV baru, Mas, asal mau jadi pacarnya. Ya, pasti gue mau, dong," kata Vit lagi sambil menghisap rokok mentolnya.

Vit yang wajahnya sering sebagai cover di berbagai tabloid hiburan di Jakarta, mengaku, tidak tertarik berpacaran dengan teman-teman pemain sinetron.

"Yah gue khan tau, berapa honor yang diterima, belum lagi gosipnya ngeladenin wartawan infotainmen, capeeek Mas. Mendingan kaya gini, hidup gue happy, mau baju atau perhiasan yang gue suka tinggal nunjuk," kata Vit.

Menurut Vit, dia sudah beberapa kali diajak pergi berkencan ke luar negeri seperti Singapore, Thailand, dan Hong Kong.

"Uang yang gue dapet lumayan, selain bisa untuk hidup senang di Jakarta, sebagian gue bisa bantu keluarga di kampung, membiayai adik-adik kuliah. Yah hidup di Jakarta ini khan kejam, Mas. Jadi mesti pintar-pintar cari uang, nggak bisa ngandalin hidup jadi artis " urainya.

'Menu' Favorit: ABG Keturunan

Jakarta - Sebuah tempat panti pijat dengan menyuguhkan menu ratusan anak-anak baru gede (ABG) ramai dikunjungi saat after lunch. Biasanya yang datang ke tempat itu orang-orang kantoran yang ingin plesir sejenak setelah sibuk dengan rutinitas kerja.

Dering ponsel saya berdering ketika menunjukkan waktu tepat pukul 13.00. "Udah maksi (makan siang) atau belum? tanya Edo, seorang teman yang berkantor di Gedung Menara Mulia, Kuningan, Jakarta Selatan.

Sebenarnya saya tidak begitu kaget dengan dering telepon itu, karena memang hampir setiap siang Edo selalu menelepon saya.

"Udah barusan aja maksi di kantor," jawab saya.

Mendengar jawaban saya, Edo langsung melanjutkan pembicaraan. "Ada tempat bagus nih, ceweknya semua ABG dan sebagian besar keturunan. Kita ke sana yuuk. Murah cuma Rp250.000," ajak Edo yang mengaku sudah dua kali ke tempat itu.

Tidak seperti biasanya siang-siang bolong seperti ini Edo mengajak saya datang mengunjungi kawasan Kota yang terkenal dengan wisata seksnya. Biasanya kami datang untuk clubbing di kawasan ini pada malam hari setelah selesai urusan pekerjaan di kantor.

Penasaran dengan menu ABG ini maka saya pun mengiyakan ajakannya. "Kita satu mobil saja, jemput gue di kantor pukul 14.00," katanya bersemangat.

Edo adalah sahabat saya sejak 10 tahun lalu dan boleh dibilang hampir seminggu tiga kali kami clubbing bersama. Berperawakan kurus tinggi dengan rambut agak ubanan, meski usianya baru 35, Edo yang bekerja di bidang broadcast itu merupakan kawan yang menyenangkan untuk urusan dunia malam.

Sex After Lunch

Tepat pukul 14.30, kami pun sampai di Htl Tvl, sebenarnya Tvl ini bukan hotel murni untuk hunian kamar bagi tamu yang menginap. Di hotel ini selain ada tempat karaoke yang buka pada malam hari dengan menyediakan LC-LC yang sekaligus bisa untuk diajak kencan di kamar hotel itu dengan tarif Rp1 juta.

Malam hari Htl Tvl ini ramai dikunjungi berbagai kalangan, bahkan ada juga anggota DPR, pengacara, dan aktor sinetron yang menjadi langganan di hotel itu. Hotel ini juga menyediakan cewek-cewek di dalam ruangan kaca dengan tarif Rp280 ribu.

Tempat menu ABG yang ditawarkan ke saya itu adanya di sebelah lobby hotel, masuk dari pintu samping, saya pun langsung mendapatkan kunci nomer locker seperti masuk ke spa. Sebenarnya, tempat itu bukan murni panti pijat, tetapi boleh dibilang kafe resto.

Dipenuhi dengan meja bundar dan kursi seperti bar dengan pencahayaan remang-remang.

Para waiters hilir mudik sibuk tiada henti menawarkan minuman kepada setiap tamu. Sementara di depan meja dan kursi bar itu ada empat blok sofa seperti panggung berisi ratusan cewek ABG dengan baju masing-masing blok sofa berbeda, hijau, merah, kuning, dan biru

"Mereka masing-masing sofa ini ABG nya berbeda baju, karena ini menandakan beda mami," kata Edo sebelum sempat saya bertanya.

Kami pun memilih duduk di depan, sehingga bisa leluasa memandangi semua cewek ABG itu yang sibuk mengobrol. Bahkan di antara mereka ada yang sambil dandan dengan memberikan lipstik di bibir atau bedak di pipi.

"Coca colanya dua ya, batu esnya jangan banyak-banyak," Edo langsung memesan minuman kepada waiters berseragam putih yang lewat depan kami.

"Santai aja jangan keburu nafsu, biar nggak salah pilih cewek," kata Edo berbicara di dekat telinga saya, karena memang suara musik yang cukup berisik.

Tak lama kemudian, kami pun di datangi empat mami yang langsung menawarkan 'anak-anak asuhnya'.

'Itu mas yang nomer 7 baju biru , servisnya bagus, ABG keturunan masih 16 tahun," kata mami membisikkan kepada saya.

Belum saya mengiyakan, mami itu langsung memanggil nomer 7 untuk berkenalan dengan saya. "Aku Sinta," ujarnya gadis No 7 yang berkulit putih mulus dengan tinggi 165 cm itu mengulurkan tangannya. Saya pun menawarkan minuman kepada Sinta dan ia langsung memesan Krating Daeng.

Sementara temen saya Edo memilih yang berseragam baju merah dengan nomer 11 di dadanya. Tidak lama mengobrol, teman saya Edo sambil menggandeng gadis pilihannya pamit menuju kamar.

"Tambah lagi minumannya, Bang," Sinta membuka obrolannya dengan menawarkan minuman kepada saya.

Selama kurang lebih 15 menit saya mendengar cerita Sinta yang mengaku berasal dari Singkawang. "Ayo, Bang. Masuk kamar aja, kita cerita di kamar, lebih enak dan rileks," sambung Sinta sambil menarik tangan saya dan menaiki tangga menuju lantai dua yang merupakan lorong berisi kamar-kamar.

Sebelum masuk kamar, Sinta memesan satu kondom kepada waiters dan langsung dimasukkan dalam tasnya.

"Abang mau diapain, nih?" tanya Sinta begitu masuk dalam kamar sambil melepaskan seluruh pakaiannya.

"Di sini biasanya aku servis dengan di mandiin dulu, terus aku jilatin, abis itu baru kita ML (making love)," tuturnya.

Di tempat pijat ini memang tidak ada pelayanan pijat spesial, tetapi langsung transaksi seks dan memang tarifnya seperti temen saya bilang Rp250 ribu short time berikut kamarnya.

'Mandi Kucing' untuk Melepas Stres

Ratusan spa, panti pihat, dan pijat refleksi yang bertebaran di berbagai sudut jalan, dan bahkan kini sudah menjamur di berbagai pusat perbelanjaan, menandakan kebutuhan masyarakat Jakarta akan tempat relaksasi makin meningkat.

Ini mungkin disebabkan tekanan pekerjaan dan kepenatan hidup di Jakarta tidak dapat hanya diselesaikan dengan mendengarkan musik, menonton film, atau kongko di kafe-kafe.

Tempat persinggahan ini tentunya yang tidak hanya bisa menyegarkan kepala dan menghilangkan stres saja, tetapi juga bisa membuat tubuh bugar dan segar kembali.

Pilihan spa dan panti pijatlah akhirnya menjadi tempat persinggahan sementara 1-2 jam untuk menghilangkan kepenatan dan stres.

Dari ratusan bahkan ribuan tempat panti pijat yang bertebaran di sudut-sudut jalan, dan pusat perbelanjaan, tentu tersedia beragam cara untuk menarik konsumen.

Di mal-mal, banyak terdapat tawaran paket pijat refleksi, shiatsu, atau pijat tradisonal dengan harga Rp35.000 - Rp70.000 per jam. Tipsnya pun paling kita memberikan Rp10.000-Rp20.000.

Sebut saja refkesi Oriental di Mal Ambasadot, Whellnes di Plaza Semanggi dan Senayan City, Kenko di Senayan City dan Blok M Plaza adalah tempat persinggahan untuk menghilangkan kepenatan dan stres.

Namun dari sedikit tempat itu ternyata banyak panti pijat yang dalam kenyataannya memberikan pelayanan spesial. Tentu harganya agak sedikit mahal dan tips yang diberikan kepada terapisnya tergantung dari layanan yang besarnya mencapai ratusan ribu rupiah.

Ketatnya persaingan panti pijat plus ini membuat mereka berlomba-lomba menawarkan beragam layanan untuk menarik pelanggan.

Tidak heran kalau panti pijat ini selain menyiapkan terapis yang masih muda, cantik dan seksi. Ada juga panti pijat yang menawarkan paket spesial dan 'mandi kucing'.

Dua spa pijat yang kini sedang bersaing ketat adalah Del dan For. Dua lokasi spa yang berdiri megah di Jl Gatot Subroto dan Karet Sudirman ini tiap sore hingga malam

menjelang selalu ramai dikunjungi para eksekutif yang butuh relaksasi plus. Bukan hanya badan yang butuh bugar, tetapi juga bathinnya .

Dua lokasi spa dan pijat ini selain menyediakan fasilitas sauna dan ruang istirahat yang mewah dengan dilengkapi TV plasma besar dan berbagai hidangan makanan dan minuman lezat, juga ada GRO (guest

relation officer) yang cantik-cantik untuk menemani ngobrol, sehingga tamu menjadi betah berlama-lama di tempat itu.

Para GRO ini selain berfungsi menemani ngobrol juga memberikan informasi mengenai para terapis.

"Ada yang baru, Pak. Masih 18 tahun, cantik putih, imut, dia nomor 89. Servis juga luar biasa, bisa mandi kucing," kata Santi, seorang GRO di For Jl Karet Sudirman, Jakarta Pusat.

Ia membisikan informasi itu ketika saya datang ke sana pekan lalu. Penasaran dengan informasi dari GRO itu, saya pun langsung memilih No 89.

"Kamarnya mau yang deluxe atau suite. Kalau suite seperti kamar hotel ada di lantai dua, Pak," kata Santi.

Kami pun memilih kamar suite di lantai dua dengan harga Rp350.000 untuk paket pijat selama satu setengah jam.

Kamar suite di Spa For ini memang fasilitas seperti binatang empat. Selain dilengkapi fasilitas AC, TV, juga ada bath tub.

Tidak lama menunggu, kamar, kamar saya pun terdengar ada yang mengetuk.

Begitu pintu saya buka, ucapan ramah 'selamat sore' langsung meluncur dari bibir mungil terapis bernomor 89 itu.

Pakaian seragam kaos hitam dengan rok mini hitam ketat itu menambah seksi gadis berkulit putih berusia 18 ini.

"Bapak silakan lepas baju dan celananya semua," tutur gadis yang mengaku bernama Erika ini.

Setelah selama satu jam seluruh badan saya dipijat, Erika yang bersal dari Sumedang ini langsung membisikkan kata, "Mau massage spesial pak''?

"Maksudnya massage spesial," tanya saya ingin tau.

"Kalau spesial dengan tangan atau hand job," timpalnya sambil menambahkan mau mandi kucing atau ML.

"Servis Itu sih tergantung bonus yang Bapak kasih," jelasnya.

Yang ia maksud dengan bonus adalah, tips yang tamu berikan kepadanya. Jika memberi tips Rp200.000 berarti mendapat layanan hand job, Rp300.000 layanan mandi kucing, dan tips Rp500.000 bisa langsung making love.

Mendengar istlah 'mandi kucing', bayangan saya mandi bersama dengan terapis itu. Ternyata istilah mandi kucing adalah bentuk pelayanan seks dengan menggunakan lidah. Seluruh tubuh termasuk 'adik kecil' kita akan dijilat habis hingga mencapai klimaks.

Berbeda dengan For, ciri khas pelayanan di spa dan pijat Del di Jl Gatot Subroto selain ada massage spesial, tamu juga kita mendapat pelayanan tambahan berupa dimandikan dengan cairan seperti susu atau istilahnya mandi susu.

Dengan harga paket yang hampir sama berkisar Rp350.000, dua spa dan pijat ini saling bersaing untuk menarik pelanggan yang butuh relaksasi setelah seharian sibuk dengan rutinitas urusan kantor.

Demam Cewek Impor Landa Jakarta (2)

Jakarta - Tania dan Sella sudah hampir satu bulan bekerja di spa Hotel Mal. Mereka berkerja tiap Senin-Jumat, pukul 18.00-02.00. Bila hari libur, mereka pun menerima booking- luar yang tentu bertarif jauh lebih mahal.

"Kalau booking-an luar sampai satu harian saya biasa mendapat Rp10 juta," kata Sella dalam logat bahasa Inggris yang terbata bata dengan logat yang asing di telinga.

Dibandingkan dengan cewek-cewek impor lainnya, Tania dan Sella termasuk yang tidak perlu menunggu terlalu lama di ruang display atau di ruang santai.

Dalam hitungan menit cewek-cewek Uzbekistan ini pasti ada saja tamu yang mem-booking-nya.

Jadi tidak perlu terkejut atau heran kalau sejumlah tamu mesti rela untuk menunggu atau masuk dalam waiting list untuk mengencani cewek-cewek Uzbekistan itu.

Malah kalau sudah di atas pukul 12 malam atau lebih, cewek-cewek dari Uzbekistan ini jumlahnya makin menipis, selain karena sudah di-booking tamu, ada sebagian lain beristirahat karena kelelahan setelah melayani 3-5 tamu.

Puluhan cewek impor di Hotel Mal ini ditempatkan di apartemen HW yang letaknya berseberangan atau tak jauh dari tempat mereka bekerja.

Menurut Tania, sebelum ditugaskan di Jakarta, sempat bekerja di pub di Malaysia dan Singapura. Begitu juga dengan Sella yang menjadi sahabat dekatnya. Setelah mendapat uang, mereka mengirimkannya ke rumah orang tua di Uzbekistan yang memang miskin untuk menyambung hidup.

"Kita memang di-rolling ke beberapa negara. Biasanya kontraknya tiga bulan, karena visa kami, visa kunjungan wisata," timpal Sella.

Hanya saja bagi Tania dan Sella mengaku lebih suka berada di Jakarta, karena tamu yang mem-booking semuanya ramah-ramah dan tidak minta 'macam-macam' serta tidak ada yang kasar seperti negara lainnya.

Menurut Sella, kalau orang Indonesia biasanya hanya menginginkan oral seks saja, berbeda dengan orang Singapura yang berlaku kasar dan menginginkan anal seks.

"Tugas aku khan menghibur dan memberikan pelayanan seks, kalau disuruh yang aneh-aneh pasti aku tidak mau," ujar Sella lagi.

Makanya Tania dan Sella mengaku sangat senang tugas di Indonesia. Keduanya tidak ingin dipindahkan ke negara lain. Karena dalam bekerja di Indonesia dapat dilakukan dengan rileks dan enjoy, disamping itu para tamu di Jakarta ini sangat royal suka memberikan tips yang cukup besar.

Demam Cewek Impor Landa Jakarta (1)

Tidak hanya guru, insinyur, dokter atau tenaga ahli yang didatangkan dari luar negeri untuk bersaing dengan tenaga ahli di Indonesia, tetapi juga ratusan cewek-cewek impor masih berdatangan bersaing dengan cewek lokal 'menyihir' dunia hiburan.

Ratusan cewek yang sebagian besar berasal dari China, Thailand, Uzbekistan, Philipina, Spanyol ini tidak hanya untuk menemani tamu-tamu dalam berkaraoke, tetapi juga sudah merambah ke striptis atau bahkan melayani kencan short time.

Mereka umumnya bekerja di sejumlah karaoke papan atas di Jakarta dan tempat-tempat spa atau pijat di sejumlah hotel berkelas.

Sebagai tren baru di kalangan para lelaki petualang cinta sesaat, demam ingin mencoba atau merasakan nikmatnya tubuh sensasi cewek China, Uzbek, Thailand, Filipina atau Spanyol dengan mudah bisa didapat di Jakarta ini.

Hanya dengan merogoh kocek Rp 1,5 juta saja, para petualangan cinta sesaat sudah dapat menikmati kemolekan tubuh gadis mulus putih mandarin yang berusia antara 18-22 tahun. Begitu juga dengan para cewek Uzbek, Thailand, Philipina, dan Spanyol rata-rata masih belia di bawah umur 23.

Jadi sekarang tidak perlu mimpi atau ngiler melihat sejumlah perempuan cantik itu ketika nonton film atau televisi, tetapi sudah bisa langsung mencicipi nikmatnya tubuh gadis-gadis cantik dan seksi itu dengan mendatangi sejumlah tempat spa di berbagai hotel berbintang di Jakarta.

Sebut saja di Nik, Jl MH Thamrin, Hotel Mal di Jl Gajah Mada, Jakarta Pusat, Htl Fas di Jl Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Htl Al, di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Htl Clas, di kawasan Pasar Baru, dan tempat-tempat spa seperti Sum di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Timur, Spa Cop di Ancol, Jakarta Utara dan sejumlah spa berkelas lainnya yang bertebaran di sepanjang jalan ibukota ini.

Selain cewek China yang disebut sebagai cungkok, cewek Uzbekistan merupakan tren baru bagi kalangan lelaki hidung belang untuk mencicipinya.

Berbeda dengan cungko yang memiliki tubuh putih dan mulus, cewek Uzbek dikenal selain putih juga memiliki tubuh yang tinggi dan wajah cantik. Di samping itu juga mata indah berwarna biru menambah daya pikat cewek-cewek negara pecahan Rusia ini.

Untuk cewek dari negara Gajah Putih, Thailand juga tidak kalah menjadi bahan pembicaraan, selain dari China dan Uzbekistan. Keistimewaan dari cewek Thailand di kalangan lelaki petualang adalah di layanan seksnya yang terkenal liar dan di luar kelaziman budaya timur.

Setiap lelaki yang sudah mencicipi cewek Thailand pasti akan merasakan kepuasan dengan layanan 'mandi kucing'. Tidak heran bila cewek-cewek Thailand ini menjadi sensasi baru di kalangan clubbers di Jakarta.

Di Hotel Mal yang berdiri megah di Jl Gajah Mada berdekatan dengan dengan Gajah Mada Plaza, ternyata tidak hanya menyediakan cewek-cewek dari China, Thailand, Filipina, dan Uzbekistan, tetapi juga ada dari Spanyol. Namun untuk yang dari Spanyol ini jumlahnya hanya ada dua orang,

"Ini Pak, dari Spanyol cuma dua, susah mendatangkannya. Jadi buruan book, kalau tidak diambil orang lain," ujar maminya ketika kami datang ke tempat spa di hotel Mal.

Untuk seks short time dengan cewek-cewek impor ini Rp1,5 juta sudah berikut kamar hotel. Para tamu bebas memilih sesuai selera untuk dapat menikmati mereka.

Dari puluhan cewek-cewek impor yang dikontes oleh mami ketika kami datang ke Hotel Mal, dua d antaranya sudah kami kenal baik. Mereka adalah Tania dan Sella dari Uzbekistan. Tania berusia 19 dengan tinggi 167 cm, Dengan balutan baju yang cukup ketat dan tipis makin memperlihatkan lekuk-lekuk tubuhnya yang seksi.

Sedangkan Sella malam itu kelihatan sangat cantik dengan hanya mengenakan baju lurus berbelah di di samping pahanya, membuat mata pria melotot ke tubuhnya. Berperawakan tinggi 170 cm, berusia 20 tahun dengan dagu runcing, rambut pirang, dan mata biru, Sella nampak sangat manja dan ramah sekali.

'Kampuz' Tempat Berburu 'Anak Kijang'

NITE Club STD yang terkenal di kalangan clubbers dengan sebutan Kampuz ini tidak saja menyediakan tempat disko, tetapi juga paket seks short time untuk menikmati gadis-gadis ABG yang dikenal dengan sandi 'Anak Kijang'.

Diskotek yang saban malam hingga siang menyemut ini selalu ramai dikunjungi ratusan bahkan ribuan clubbers berdiri megah enam lantai di Jl Hayam Wuruk, Kota, dengan bangunan ala Romawi Kuno.

Setiap lantai memiliki fungsi masing-masing yang menawarkan paket seks dengan gadis-gadis ABG.

Bahkan di lantai tiga, nite club ini terdapat ruang kaca atau aquarium besar yang berisi gadis-gadis belia untuk dipilih berkencan. Harganya relatif murah sekali, kencan short time hanya Rp 280 ribu para lelaki hidung belang sudah dapat menikmati gadis belia berusia belasan tahun berikut fasilitas kamar.

Dentuman house music lagu Selatan terus saja menghentak di lantai empat dan lima. Ratusan clubbers bergoyang mengikuti irama musik yang meraung-raung memekakkan telinga.

Bahkan banyak sebagian clubbers yang hanya bergoyang kepalanya saja ke kiri dan kanan atau ber-gedhek. Semakin kencang irama musik, semakin kencang pula ghedek-nya.

Diskotek di lantai empat dan lima ini buka tiap harinya mulai pukul 22.00 dan baru tutup pukul 11.00. Bahkan pada Sabtu, nonstop hingga baru tutup Senin siang pukul 12.00.

Ratusan pasangan lelaki dan perempuan yang menjejali area dance floor ini dapat bertahan bergoyang hingga sampai pagi atau siang, karena mereka rata-rata menggunakan ectasy atau di kalangan clubbers disebut inex atau 'cece'.

Inex ini merupakan santapan utama atau 'vitamin' agar dapat bertahan untuk ber-ghedek atau bergoyang semalaman. Bahkan ada yang kuat sampai tiga hari berturut-turut. Sebagian dengan kaca mata hitam bergoyang tiada henti, dan banyak juga yang mendekatkan wajahnya dengan speaker sambil terus menggoyangkan kepalanya mengikuti hentakan dentuman irama musik.

Di diskotek ini inex dapat dibeli bebas dengan harga Rp160.000 per butir. Para bandar mangkal di lantai empat dekat pintu masuk gang sebelah kanan, dan tiap pengunjung yang datang pasti langsung mendapat tawaran.

Tidak itu saja, para waiters dan sekuriti di diskotek ini juga ikut berjualan vitamin yang dapat menambah stamina dan membuat tidak mengantuk ini.

Mereka yang berpacaran dan ingin making love (ML) bisa langsung ke lantai enam yang menyediakan belasan kamar-kamar kecil dengan sewa per jam.

Di Kampuz ini tidak saja yang sedang berpacaran menikmati house music sambil neken inex. Bahkan ada juga yang merupakan pasangan suami-isteri dan ada juga banyak kaum homo atau lesbian.

Jangan kaget dan terkejut bila datang ke lantai empat atau lima di diskotek ini banyak lelaki sama lelaki atau perempuan sama perempuan berciuman dan bercumbu di dance floor atau di belakang sofa.

Bagi lelaki yang tidak membawa pasangan, dapat dengan mudah 'membeli' ABG di lantai empat yang ditawarkan oleh mami dengan harga Rp280.000 untuk short time.

Atau bila ingin hunting untuk mendapatkan ABG anak-anak SMA, SMU atau kuliahan juga dapat dilakukan asal membelikan inex buat mereka.

Istilah 'anak kijang' bagi gadis-gadis ABG ini menjadi buruan kaum laki-laki yang ingin menikmati tubuh belia mereka.

Dengan hanya modal membelikan sebutir inex dan mentraktir mereka minuman maka dengan mudah dapat mengencani 'anak kijang' yang rata-rata masih duduk di bangku SMA dan anak-anak kuliahan semester awal. Bahkan dari mereka juga sebagian besar ada yang masih merupakan pelajar SMP .

'Kampuz' selama hampir 10 tahun ini memang menjadi salah satu tempat hiburan yang boleh dibilang menjadi ajang gaul dan tempat party bagi para clubbers dari malam hingga matahari terbit. Tidak heran bila anak-anak clubbers yang belum pernah menginjakkan kaki di 'Kampuz' belum bisa dibilang sebagai anak gaul.

Tidak heran bila tempat hiburan di Jakarta dengan konsep one stop entertaintment ini sudah menjadi trendsetter bagi kalangan anak gaul dan clubbers di Jakarta.

13 July 2009

Menelusuri Pelacuran ABG di Sejumlah Kota ( TAMBAHAN )

INFO CIANJUR

Umumnya, tarif ABG di Cianjur antara Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu. Selain
di diskotek di kawasan Puncak, mereka bisa dijumpai di beberapa salon
kecantikan. Di daerah itu, ada dua 'jenis' ABG, yaitu anak sekolahan dan ABG
'liar'. Yang masih sekolah biasanya tinggal di rumah kos atau rumah orang
tuanya. Sedangkan yang 'liar' kebanyakan tinggal di rumah kontrakan. Kendati
ciri-cirinya sudah diketahui, untuk bisa bertemu ABG 'murni' di Cianjur
memang gampang-gampang susah. Salah-salah, malah bisa bertemu dengan wanita
yang menyamar sebagai ABG. Besarnya minat para hidung belang kepada ABG ini
justru dimanfaatkan germo-germo di lokalisasi WTS. Mereka mendandani WTS
muda usia, dan meng-up grade-nya seolah-olah WTS itu pelajar yang sering
pula menyebut-nyebut nama sekolah tertentu. Harga WTS itu kemudian menjadi
mahal dan menjadi saingan para ABG. Tidak jarang para WTS itu mangkal di
kafe-kafe dan diskotek dengan lagak seorang pelajar. ABG tidak 'bertindak'
sendiri-sendiri, selalu menggunakan perantara. Para germo, juga dari
kalangan pelajar atau karyawan. Selain menggunakan jasa germo terselubung,
kalangan ABG bisa dijumpai di diskotek-diskotek di kawasan Cipanas, Puncak,
setiap malam Sabtu dan Minggu. Mereka biasanya bergerombol dan membawa teman
pria yang berfungsi sebagai perantara.

Aug-20, 2000 8:49 pm. Sebelom pasar simpang raya cipanas, ada belokan ke
kiri (kalo tidak salah namanya belokan Gadog), sebelah ruko-ruko, anda akan
masuk ke daerah pelesiran... jangan hiraukan para makelar, tapi langsung
menuju ke rumah warna biru, kiri jalan, kurang lebih 100m setelah belok.
ceweknya abg semua dan murah meriah, antara 75-100 ribu semaleman!


INFO BANDUNG

Di Cihampelas, di pasar jins terkenal di Bandung itu, terdapat sejumlah ABG
yang pura-pura belanja. Ciri-cirinya tidak terlalu sulit dikenali, biasanya
mereka keluar masuk toko tanpa membeli apa pun, dan suka berlama-lama
melihat pakaian bila ada pria yang diincar. Para ABG di Cihampelas itu, oleh
tamu biasanya dibawa ke hotel yang membuka short time, seperti Pondok
Kahuripan, Lebak Gunung, dan Juvante. Juga sejumlah penginapan yang berada
sepanjang Jl Pasir Kaliki sampai Lembang. Di Bandung ada juga gadis ABG yang
berkeliaran di diskotek. Mereka bisa dijumpai pasang aksi di Jl Braga.
Kepada pria yang mendekatinya, langsung diajak ke diskotek.

Pelacur yang bergaya vulgar bisa ditemui di Alun-alun Bandung dan
sekitarnya, meliputi Jalan Asia Afrika, Dewi Sartika, Dalem Kaum, Sudirman,
Otto Iskandinata, Banceuy, dan ABC. Tak sedikit di antara mereka yang
tergolong ABG alias anak baru gede. Hanya saja kawasan pusat kota ini lebih
banyak 'dikuasai' perempuan dewasa yang juga mengaku ABG.

Di Bandung, trennya memang para ABG 'asli' lebih banyak mejeng di
pusat-pusat perbelanjaan seperti Bandung Indah Plaza (BIP) di Jalan Merdeka,
dekat Balai Kota. Atau di Jalan Juanda atau Dago, terutama di sekitar pasar
swalayan Superindo dan Plaza Dago. Sedangkan yang tergolong masih dekat
dengan Alun-alun Bandung, para ABG banyak bergerombol di King Shopping
Center Jalan Kepatihan dan Diskotek LA di Jalan Asia Afrika. Sudah menjadi
rahasia umum kalau para ABG itu 'bisa dipakai' siapa saja. Berbeda dengan
para senior mereka, para ABG ini kebanyakan tidak menawarkan diri dan
menolak cara-cara vulgar. Bahkan umumnya langsung menolak kalau diajak
secara langsung untuk transaksi seks. Para ABG yang dapat 'dipakai' ini
umumnya mudah dikenali dengan dandanan mereka yang ngetrend dengan baju
pendek sehingga kelihatan pinggang dan pusarnya, atau menggunakan rok mini
yang modis. Meskipun sama-sama seksi, biasanya sangat berbeda dengan pelacur
senior dari cara merias wajah. Para ABG biasanya tidak tampil terlalu menor
atau make up kelewatan tebal. Mereka masih dengan gaya muda ceria. Selain
itu para ABG lebih pintar memantas-mantas diri sesuai dengan mode yang lagi
in. Perbedaan lainnya, mereka pun tidak pernah menawar-nawarkan diri, entah
karena memiliki kepercayaan diri yang tinggi alias pe-de, karena umumnya
memang cantik alamiah, atau karena memang itu 'kiat' pemasarannya. Yang
pasti, para ABG ini biasa bergerombol dan asyik dengan dunia mereka sendiri,
sampai ada yang mengajak berkenalan dan berkencan. Saat itulah mereka
menjadi sama dengan umumnya wanita bayaran. Meskipun tarif mereka sering
lebih murah, para ABG 'pemuas nafsu' ini lebih nyaman berpraktek ketimbang
para senior yang lebih 'profesional' . Para ABG hampir tidak pernah dirazia
polisi. Mungkin karena mereka tampak seperti anak-anak kemarin sore yang
terkesan masih ceria bermain di pusat keramaian Kota Kembang.

Hunting Area.

AA Plaza. Kalo elo-elo pada ke Bandung dan pengen nyicipi mojang Bandung
yang masih muda and statusnya anak sekolah atawa mahasiswi, coba maen2 ke AA
Plaza, tempatnya sendiri sudah menyerupai Plaza yang bangkrut, tapi di sini
gudangnya cewek cakep and mereka tidak mengutamakan duit, yang penting
suka..., kalo elo bisa muasin mereka gue jamin malah elo yang di bayar. coba
doong ingat Jl AA simpangan Alkateri.

Lokasi-lokasi semi-pro (pereks) Bandung antara lain : Kelas Biasa ;
Sepanjang jalan Cihampelas, Sepanjang jalan Otista (Tegal Lega), Sepanjang
jalan Ahmad Yani, Sekitar stasiun Bandung. Kelas Menengah ; LA (jalan Asia
Afrika), Jalan Jendral Sudirman, Diskotik Laguna, Jalan ABC, Jalan Braga.
Kelas Atas ; Jalan Setia Budi (Daerah Kampus NHI, STIEPAR), Daerah Lembang,
Dago (Jl Ir. H. Juanda), Sekitar BIP, SMA BPI (Jalan Burangrang, jam
sekolah), Jalan Dipati Ukur.

On-the-spot joints (if home/hotel is inconvenient) :

Untuk info di Jl. Cibadak, cari Bar dan Karaoke Citra. Disana anda dapat
menemukan cewek yang cantik2 dengan harga terjangkau Rp 100-150 ribu all in.


Bandung, ada beberapa tempat yg emang terkenal tempat "ngemprut" seperti:
lebak gunung, giri elok, setiawan, semuanya berlokasi sebelum lembang dan
sebelah kanan jalan kalo dari arah bandung. atau kalo mau lebih privasi lagi
yg mobilnya langsung masuk masuk garasi tertutup, cobain aja di cipaku indah
hotel, tapi emang agak sedikit mahal, tapi lengkap, jadi cocok buat yg mau
"mamah-papah mamah-papahan" . Kalo dilembang yg harganya murah, coba aja cari
disepanjang jl.maribaya disitu harganya sekitar 50 ribu / malem. tapi
ati-ati jangan milih yg deket sekolah militer, soalnya pagi-2 pasti berisik
suara terompet apel bendera, jadi "ngemprutnya" sedikit ada gangguan.
:)))))) Kalo info cewenya, cari aja di-hotel Nirmala Jl Cipaganti, bilang
aja mau liat-liat.

Pimps (in general):

Jl. Kebon Kawung No. 24A. Mungkin jika suatu hari anda mampir di kota
kembang, mungkin tidak ada salahnya jika anda berkunjung ke Jl. Kebon Kawung
No. 24A, Phone 022-4203411 Jika anda telah sampai di lokasi tersebut, jangan
ragu, segera masuk, dan segeralah duduk di sofa yang disediakan. Tuan rumah
akan dengan ramah menawarkan 'stock barang dagangan' yang tersedia. Jika
anda datang lebih awal, terutama di malam minggu, mungkin anda beruntung
akan mendapatkan 'stock barang' yang berumur rata-rata 18-24 tahun. Wajah ?
High Class ! Cantik-cantik, dan rata-rata berkulit putih. Lebih mirip Escort
Girl ! Tarif ? Short Time Rp. 150.000,- (Tiga Jam, Take Away) & All Night
(Take Away) Hanya Rp. 300.000,-. You've Gotta Try This One If You Are in
Bandung

Iwan. Pajajaran. Jl. Pajajaran No. 145, Eidelweis Guest House – Bandung.

Deni. Komp. DDK, Jl. Dago, Bandung. (dekat htl Jayakarta) Phone 022-2501361.
Ttempat asik. Cewenya muda-muda. anak sekolahan.

68 - Bandung. Jl. Setiabudi Atas, Bandung. Kalo di bandung mau cek in /
ngentot tapi duit kurang, mampir aja di 68 ( sixty eight ) Jl. Setiabudi
atas, diatasnya OTTO, murah kok.
Jl Dr djundjunan no 27A dkt hotel aquila.
Jl. Bahureksa No 10

Part-timers (amateurs):
Vonny/Novi LPKIA IAI student very nice body, good blow job price 200st
-400long time phone 7318972/HP 08122312993
Susi YPKP student 022-7216354
Rine/Inez (this gals is very hot, sexy, nice girls, highly recommended)
022-6038625
Rina (secretary) 022-5404529
Nila (model) very recommended price a bit high but she provides excellent
services ST:750-1Jt LT:Rp2Jt-3Jt. HP : 0818-22-66-77
Nella also LPKIA student nice body, good service HP 0818-22-3209
Mary Louis this gal is kedaton's hotel public relation shes very high class,
spanish-manado- sundanese. I personallly havent met her. but friends said
shes very good!!! not sure how much she charges but definitely High price.
HP 0812-232-4682
Indah (beauty advisor) HP 0818-204226
Ana (secretary in garment/textile company) 0818-200253
Citra (SPG Marlboro) very pretty, phone # : 022-2030459
Anggi / Hilda Nomor Hp 0818-207818 atau rumah : 022-7273358 price 300-500
Short time. Anggi is nice, highly recommended. shes 25 , nice body, very
good service especially blow job. Price 300-500 short time depend how u
negotiate with her. normally she will ask 500 st.
Cici Hp: 0818-205347 atau rumah : 022-2532592 Price 250-400 short time
Deasy Hp 0818-211272 atau 022-2042525 Price 300-500 short time
DEA HP 0812-2335675 atau 5208217. Dea is a secretary of trimitra group in
jl. lombok. white, tall sexy. Price 300-400 short time.
Intan (instruktur aerobik) 022-2036423 300 st
Sri (salon) 022-2001145 age 28 excellent service, good blowjob with
affordable price Rp 250 short time/longtime
Mira (mahasiswi sekertaris taruna bakti) 022-2015490. Mira is also good,
shes a secretarial student from taruna bakti, very pretty, nice body, good
service, age 22 y.o.
Neni (oq modelling) 022- 426 2175
Rika (ex sekertaris BDNI) 0818-22-55-30 atau 022-7300779
Kiki (model) tall,white and sexy, good service HP:0811-210185 price 1jt
short time
Cika another LPKIA student. for guys who loves girls with innocent looks
HP:0812-2321663 Rp 300-400 st.
Irene she looks like 'shelomita' for those who are big fans of shelomita
telp:022-253- 1341
Hanny. shes works at astra insurance company. contact:022- 201-5597
Hernawaty Usman She is a bank Bukopin staff, mature lady with good service
HP:0816-797- 270
Fitri for those who loves simple,innocent and country girl. firtri lives in
majalengka but shes willing to travel as long as you paid the trip. Very
good service, nice girl 0233-510-762
Audie ( store assistant ) tlp:022-2015710.
Annette. Dikirim pada 14/08/2000 Jam 13:07. Baru!! di kota Anda. Saya
anggota biro jasa perempuan Bandung menawarkan jasa kepada anda pria
kesepian atau tidak puas atas pelayanan isteri anda, silahkan anda
menghubungi saya lewat e-mail: annette79@eudoramai l.com atau No. Tel.:
022.7507136 >>Saya dapat dihubungi via telp.24 jam<< Lokasi: Bandung - Jawa
Barat – Indonesia.
Renny, Bandung, Phone 022-7562852
Peta. Aug-8, 2000 3:35 Kalo elo pengen maen ke Bandung, hubungi gue aja.
Nama gue Peta, umur 22 tahun, Telepon 7312179 Gue punya temen2 en anak buah
yang bisa elo 'pake', buat pelanggan baru harga bisa miring coy! Tapi kalo
mau coba-coba dulu, lo boleh coba gue, lo pasti nggak bakalan lupa seumur2,
buat promosi boleh gratis dulu.

INFO TASIKMALAYA

Di seputar Jalan HZ Mustofa, Kotif Tasikmalaya, memang tempat nongkrong pada
ABG. Mereka biasanya menikmati hidangan kafetaria yang terletak di lantai II
gedung pusat perbelanjaan. Tarif mereka bervariatif mulai dari Rp 150.000
hingga Rp 500.000 sekali kencan. Tidak hanya itu, mereka juga memasang tarif
khusus bila kencan tidak sampai berhubungan badan. Misal bila hanya ingin
memegang payudara, si pria iseng akan dikenakan tarif Rp 15 ribu, paha Rp 10
ribu, berciuman Rp 25 ribu, dan memegang alat vital Rp 50 ribu. Para pelacur
ABG yang di Tasikmalaya dikenal dengan sebutan anyanyah ini tidak hanya
nongkrong di pusat perbelanjaan (mall-dept store) melainkan di sejumlah cafe
dan hotel. Misalnya di Hotel Padjadjaran Jalan Ir H Juanda dan Hotel
Ramayana Jalan Raya Indihiang. Para pelacur ABG mulai melakukan aksinya
sekitar pukul 21.00 WIB. Cara mereka untuk menarik perhatian pria hidung
belang sangat beragam. Ada yang memberikan nomor hand phone-nya ke pegawai
hotel, juga ada di antara mereka ada yang langsung menunggu di ruang tamu
hotel. Cara demikian sering dilakukan oleh ABG yang sudah memiliki germo
resmi. Tarif mereka antara Rp 150 ribu sampai dengan Rp 300 ribu. Cara lain
yang lebih unik yang banyak dilakukan oleh para pelacur ABG yakni dengan
berpura-pura belanja atau sekadar mengambil uang di ATM yang terletak di
dalam mal, cara unik ini tidak bisa dilakukan oleh pelacur ABG sembarangan,
karena dengan cara tersebut hanya pelacur ABG berparas cantik dan
berpenampilan glamour yang bisa melakukannya. Dengan cara demikian, pria
yang berhasil mereka pancing kebanyakan orang menengah ke atas. Sejak
merebaknya sejumlah mal dan departement store di Tasikmalaya, para pelacur
ABG semakin merajalela. Kebanyakan para ABG masih berstatus pelajar (SLTP
dan SMU) serta mahasiswi.

Aug-7,2000 4:26 am. Coba aja di Tasik, telpon dulu ke 0265-320873, it's very
attractive girls and hot. Eloe mau yg gimana aja pasti diturutin(coba lewat
belakang, pasti buat eloe ketagihan). Malahan kalo dia lagi suka eloe bisa
dapet gratis (siap-siapin aja obat kuat kalo nggak mau kewalahan). Soalnya
dia ini anak orang kaya yg lagi broken home. oeeui... gue tunggu kabar eloe.
Apa sich artinya sebuah nama, yg penting khan ... servisnya. Eloe langsung
aja minta alamatnya. Di sana stoknya lumayan banyak koq. Tapi yg paling hot
itu tuch yg asli dari sunda. Semua oke banget, emang sich nggak terlalu
"teen" kira-kira antara 25-32. Dijamin puas dech.

INFO CIREBON

PEONG. Itu sebutan untuk pelacur ABG di Cirebon. Seperti juga di sejumlah
kota lainnya, mereka biasanya keluyuran malam di diskotek. Di Kota Udang
itu, mereka lebih suka di diskotek di New Land Grand Hotel Cirebon. Tarif
antara Rp 250.000 hingga Rp 350.000. Itu kalau short time. Bila menginap,
bayarannya Rp 500.000 yang kemudian dipotong buat tip 'broker' berkisar Rp
50.000 sampai Rp 75.000.

Seperti juga di berbagai kota lain, pelacur ABG di Kota Cirebon belakangan
marak. Mereka bisa ditemui selain di New Land Grand, juga di alun-alun yang
masih sejalur di Jl Siliwangi. Mereka juga biasa mangkal di Grage Mall di Jl
Dr Sucipto. Di diskotek lain semisal di Mitas Grand Hotel di Jl Tuvarep.
Para pelacur ABG tidak semata-mata mencari uang. Ada kalanya sekadar mencari
kepuasan dan yang jenis ini kalau di-booking asal diberi pil ekstasi atau
pil setan dan sejenisnya sudah bisa diajak 'masuk kamar'. Untuk menghindari
kehamilan, biasanya para peong demikian mereka disebut di Cirebon,
menggunakan genaelosit atau cumbrit. Keduanya bisa diperoleh di toko-toko
obat. Menurutnya, yang disebut pertama, bila ingin yang ampuh, mintalah yang
kemasannya boks kertas, jangan plastik. Isinya dua butir, harga per butir Rp
15.000. Genaelosit bisa mencegah kehamilan sampai dua bulan. Para ABG yang
mangkal di alun-alun umumnya yang kelas 'krotak' atau bawah.

INFO PURWOKERTO

Pimps (in general):

BAYU WIRAWAN, E-Mail : bayu@ bwmarket.com. Jl. Brigjen. ENCUNG 523
PURWOKERTO Phone : 0281-33843, 621600 Fax : 0281-628404, 626304. Hp :
082-2810007. He ..he ..he Thank's Berat .. Pal' Hei ... Rachman ... Kalau Lu
mau Maen Ke BATURADEN, Goa Lawa, Cilacap dst .. dan Lokasi-lokasi wisata di
daerah Jawa Tengah bagian Selatan-Barat, itu wilayah Gua .. ... Gua Siap
Nyediain Ce Bispak Cakep Hot Play for you & friends ... Mau minta berapa aja
Gua kenal banyak and Ready Stock ... UNIVERSITAS JENSOED, UNWIKU ... SMU ,
dst.

Part-timers (amateurs):
silvi from 17Tahun Network mailto:silvi@17tahun. com. Posted 07-18-2000 06:31
halo ...ngebel aku ya aku silvi /21/seksi sekali aku lagi punya prob ...nih
pingin curhat ..tlp ku 0281-628447

reni from 17Tahun Network mailto:reni@17tahun. com Posted 07-16-2000 04:28
alo ngepon aku ya cepetan mumpung lagi liburan 0281-625035.
ADE or SUSI. dial up to (0281) 34669 ... Asking to "ADE or SUSI" See you.

INFO SEMARANG

ABG-ABG kelas bawah bisa ditemui di daerah permukiman kaum urban atau daerah
miskin seperti Bandarharjo, Gunung Brintik, Tandang, Mrican, dan berbagai
perkampungan kumuh lainnya. ABG jalanan di Semarang memang agak berbeda
dengan ABG yang berada di 'kelas atas'. Keinginannya untuk mencicipi
gemerlapnya kehidupan malam adalah penyebab utama mereka menjual diri.
Mereka bisa ditemui di sejumlah diskotek dan tempat hiburan lainnya. Mereka
tidak semata mencari uang, diajak 'muter-muter' naik mobil mewah, sudah bisa
dibawa masuk kamar. Penampilan mereka memang cukup mendebarkan, mengenakan
busana trendy beserta segala aksesoris, sepatu bermerek, parfum impor, dan
handphone. Mereka juga bisa digaet dengan sebutir pil ekstasi. Pelacur ABG
di Semarang juga disebut ciblek. Selain di diskotek, para pelacur ABG ini
juga banyak ditemui di kafe-kafe atau kedai-kedai lesehan kawasan Simpang
Lima, Jl Pahlawan, Jl Pemuda atau Jl Pandanaran. Mereka biasanya selalu
bergerombol dua-tiga orang, sambil minum minuman hangat.

Hunting Area.

Di Puri Anjasmoro, ada hotel namanya Puri Garden. Langsung masuk ke Puri
Garden Hotel. Terus masuk ke Massage. Di depan ada ibu-ibu tua. Itu mah
massage yang beneran. Tapi di belakang ada ABG - ABG yang bisa diajak
ngentot. Antara Rp. 250.000 sampai Rp. 1.000.000. .

On-the-spot joints (if home/hotel is inconvenient) :

Plaza Hotel - daerah Bukit Sari Masuk ke Hotel, terus ke Matsuri Massage.
Coba deh.. Tarif : Kamar Rp. 30.000, Cewek Rp. 50.000 Ditanggung ngecret!

Rinjani Hotel Masuk ke Hotel, terus ke Massage yang ada di hotel itu. Tarif
: sama dengan Plaza Hotel.

Bukit Asri. Di Dekat gerbang Tol yang akan masuk kota semarang (dari arah
ungaran) ada hotel kalau nggak salah namanya Bukit Asri ... masuk ke hotel
mentok kemudian masuk kanan (ada halaman parkir) nah disana ada tempat
ngentot yang asik juga.

Di Jalan Plampitan, di dalam Grand Hotel ... ada juga panti pijit yang juga
ngentot. Tapi ce disini mutunya kurang bagus.

Monalisa message.

ALAM INDAH hotel & motel, Semarang atas, elu ambil patokan hotel Siranda,
kalo ketemu ikutin jalan itu terus sampai ketemu Alam Indah hotel & motel.
Tempatnya juga cukup bagus dengan harga yg murah, pemandangannya oke punya,
bisa melihat kota Semarang dr atas. Kalo mo kontak ce bisa coba minta tolong
bell boy buat nyariin, biasanya akan dibawa 2 atau 3 ce yg bisa elo pilih,
taripnya gila mek...Rp 400,000,- tapi buat pertama nggak apa2, lain kali kan
lo bisa langsung berhubungan dengan tempat ce itu. Tarip kamar berkisar Rp
100,000 an dan itu udah ok banget dah. Semua ce kayaknya udah punya service
dan jam terbang yg ok, jadi nggak usah kuatir

Pimps (in general):

Tambahan info Tue Mar 21, 2000 11:55pm buat Bapak-bapak pejabat dari
Departemen ELIN, Kalau elu ke Semarang, ini gue kasih info cewek yang bisa
diajak kencan. Hubungi nomor telepon : 024-517159. Yang akan mengangkat
biasanya tante-tante. Langsung saja bilang mau boking satu, dua, atau berapa
sajalah. Dan harus take away, karena di situ tidak disediakan tempat kencan.
Takut kepergok kali. Tempatnya serupa tempat kost. Kalau kepada tante
ditanya lewat telepon, ini dengan siapa, ia akan bilang dengan mama kost.
Kalau yang terima telepon adalah tante-tante, ngomong saja, "Mak’e mau
boking anaknya satu, nanti jan sekian saya jemput". Menyebut kata "Mak’e"
sangat dianjurkan, biar dianggap langganan. Tetapi kadang-kadang yang
mengangkat juga cewek. Jangan basa-basi. Langsung saja ngomong kita perlu
satu teman tidur supaya dianggap "langganan" atau sudah pernah ke sana dan
tidak dicurigai. Biayanya Rp 200.000 selama 4 jam. Gue sudah sering pakai
kalau ke Semarang. Ceweknya cukup lumayan dan servisnya sangat memuaskan.
Selamat mencoba.

Permata Hijau. Di jalan tanah putih (semarang) ada cottage namanya permata
hijau. Nah didalam cottage ini ada barnya kecil. Silahkan duduk duduk disana
pasti banyak cewek yang kasih tanda tanda. Atau kalau bisa ketemu dengan
germonya (bapak) maka anda bisa mendapatkan bekas pramugari Merpati
Nusantara ... wowwwwww cakep ciiiinnggggg. Harga sekitar 400 ribu rupiah
shorttime.

Jalan Karang Wulan Barat 3/2 Telp. (024) 517159 O la la.....anda
telepong.... Cewek datangh...
Jl. Ngesrep Barat VI/32A Semarang, telp. 7460567 (pake kode area Semarang).
Ini tempat kos2an segala cewek, ada mahasiswi, ada pelayan toko dll. Selamat
mencoba!!!


INFO SOLO

SALON JULIA. Bagi anda yang suka jalan-jalan ke Solo, sempatkanlah mampir ke
tempat ini. Letaknya cukup strategis di sekitar jalan Ronggowarsita
(belakang kamar mayat). Cirinya, temui rumah yang terdapat kerai (bhs. jawa)
di depannya dan ada bilboardbertuliskan Salon Julia di depannya. Meski
tempat ini berbasis salon kecantikan tetapi anda tidak akan menemukan penata
rambut, melainkan penata jembut. Salon yang dimaksud juga SALON (alias
sarang lonthe). Cara pakai: bawa keluar dan nikmati selama 1 jam atau lebih.
Tarif perjam Rp. 100.000,00. Barang dijamin bagus.


INFO JOGYA

CIBLEK. Itu sebutan untuk pelacur ABG di Yogyakarta. Singkatan dari cilikan
betah melek. Para ciblek di Yogyakarta memiliki beberapa tempat mangkal.
Mereka bisa ditemukan di sebuah mal di kawasan Malioboro, di Jl Perwakilan
atau di kawasan Senisono. Para remaja yang biasa nongkrong di tempat
tersebut rata-rata ciblek. Antara pelajar dan mahasiswi, punya kelompok
sendiri-sendiri, sehingga tidak saling mengusik. Untuk mendekati mereka,
sebenarnya tidak terlalu gampang, meski tidak sulit. Para ciblek ini
biasanya lebih suka diajak berkenalan, makan-makan baru kemudian transaksi.
Khusus di kawasan mal, para ciblek bisa ditemukan di kedai makanan atau di
dekat WC umum. Sedangkan di kedai kopi yang ada di kawasan itu ditemukan
hombreng atau gay yang juga dari kalangan remaja. Sedangkan di Senisono,
kebanyakan adalah ciblek yang berbaur dengan anak-anak jalanan. Kawasan
lainnya yang mulai marak dengan pelacuran anak-anak adalah Alun-alun
Selatan.

Hunting Area.

Malioboro Mall lt. 3. Sampeyan tinggal maen aja ke Malioboro Mall lt. 3
sebelum jam 10 malem, terutama kalo malem minggu. Tinggal talkin' with some
one, udah. Biasanya ce Yogya sangat terbuka. Gak purak-purak. Price 200-an.

Galeria Mall. Seharga 200-an bisa juga didapet di Galeria Mall sebelum jam
10 malem, terutama kalo malem minggu.

Diskotik Papilon (dekat hotel melia purosani), tarif 100-200rb short
200-400rb long.

Diskotik Yogya-yogya (jl Magelang) diatas jam 10 malam, ABGnya paling
lumayan. tarif sama dengan diatas.

On-the-spot joints (if home/hotel is inconvenient) :

Hotel Kencono Wungu, Gua nggak pernah inget sama nama jalan, tapi yang
pasti, di ujung belokan keluar malioboro, ada perempatan, belok kiri &
terus, ketemu lampu merah lagi jalan terus, kurang lebih 500m ada belokan
kecil kearah kanan (boleh bertanya ke orang2 sekitar sana, soalnya tempatnya
memang agak susah/terpencil, jauh dari keramaian), ada beberapa freelance di
sana (ada juga yang menetap), kalau lagi beruntung bisa dapet abg, tarif
100-150rb short 1,5 jam, kamar 25rb.

Telaga Biru (jl Solo), Ada kamar, short Rp. 150, long 300.

Planet Dioni (dekat Hero jl Solo, yang belum lama ini terbakar). diatas jam
10 malam juga, kalo mau check-in langsung juga bisa (60rb permalam).

Pimps (in general):
Tarifnya dalam range 100-200 untuk time & dua kalinya untuk long, semuanya
"take away", tidak menyediakan kamar khusus.

Posted 06-04-2000 11:58 Yang pengen tahu lokasi serta cewek/cowok yg bisa
diajak kencan , kontak di dejavu_deja@ yahoo.com umur antara 15-28 (utk
cewek), 19-30 (untuk co) bagi yg suka surfing en hunting, mogo deh, harga
rata kencan untuk ce (100-500) relatif, kalo cowok urusan sendiri (nego) ..
oke selamat surfing di yogya. Kalau mau diservis oleh mahasiswi, anak smu
(asli) bisa kontak aku, tapi jangan dalam waktu yg singkat sebab aku tidak
setiap saat buka imel.

CORONA . ada di daerah Badran, belakang mailoboro, ambil jalan malioboro,
belok jalan dagen, cari jalan kemetiran lor nomor 16. nanti sebelum
perempatan dengan jalan badran akan ada rumah berdinding tinggi. teleponnya
0274-513254 (Mega). tarifnya sekitar 150-200 rebuan. Ada sekitar 30-50
orang. Anak di sini suka ganti-ganti, dulu ada sih yang cakep, cuma kalo
telat dikit dapetnya pasti udah yang tua.

RENTAL COLLECTION, Jl. Letjen Suprapto no.133B, Telp. (0274) 522358.
Letaknya kalau dari arah Kemetiran Lor (dari Corona yang di atas tadi itu)
letaknya sebelum lembaga pendidikan managemen di sebelah kiri jalan,
bentuknya juga rumah biasa, di dekatnya kalau malam ada becak nongkrong.
Rumahan, tapi didalam ada akuariumnya, kurang lebih ada 8 koleksi cw, ada
yg boljug ada yg kapiran, tinggal pilih, tarip harap nego, semua ceweknya
bisa BJ ('karaoke'). Waktu gue kesono cuma ada yg kayak tokek. Kalo elu
pergi sendiri (tanpa taksi atau becak) maka taripya kurang lebih Rp
200,000,- allnight. Atau bisa juga kontak telepon, ceweknya diantar. Yang
servisnya OK namanya Titin... dia gak gemuk, tapi maennya OK dan anaknya
baek. gue di sini selalu pake titin.

Teteg sepur. Habis dari Letjen Suprapto ambil jalan lurus ke barat, terus
belok kiri di lampu merah jembatan kewek, terus sampai pertigaan belok kanan
gue lupa nama jalannya... terus aja sampai hampir palang pintu kereta. Nah
persis sebelum pintu kereta itulah ada rumah no 65 kalo engga salah
berhalaman cukup untuk parkir 3 mobil. Ceweknya di sini engga terlalu bagus
apalagi kalao udah malam.

Flamboyan Collection. Contact Person: Mahadi. Jl. Jlagran Lor No. 15,
Yogyakarta. Phone 0274-522380. Handphone 082-2742302.
Ibu Tuty. Jl. Babarsari No. 14.

Ibu Agus. Tegal Rejo, tepat di pertigaan Jl. Kyai Mojo dengan Jl.
CokroAminoto. Dekat Djogja Kafe. Ciri kerai memang masih menjadi idola di
Yogyakarta sebagai tanda tempat bersarangnya mahkluk-makluk manis pelayan
nafsu. Letaknya cukup strategis, tepat di pertigaan daerah BPK. Barang yang
disediakan juga lumayan. Tarif perjam Rp. 150.000,00.

Ibu Ning. Jl. Yogaran TB 6/08

Sanggar Janti. Contact Person: S. Darsono. Jl Adi Sucipto KM 6. Gg Pusara
No. 2. Janti. Di jalan pusara ujung gang, mentok ke kuburan ada tempat
penampungan harganya 150-200. Jalan pusara itu ada di daerah jalan solo
sebelum pertigaan janti.

Di Ringroad. Bekas hotel juwita ada tempat penampungan, kalau dari arah ke
kota lewat ringroad ke arah solo, setelah UII kiri jalan terus saja sampai
tempat putar balik setelah STIPER nanti ada lampu kelap kelip merah, nah
berhenti aja di situ, ce banyak ada yang bohai dan servisnya OK harganya
200.

Di daerah kotabaru, belakang kantor bulog ada juga tempat elit, kalau lo
cakep bisa dapet ce (mahasiswi) dengan harga 300 (pake taksi), kalo lo udah
keliatan tua dan engga cakep sorry, 400 belon tentu dapet. tapi di sini agak
susah dan hanya yang udah benar-benar kenal baru bisa....

INFO SURABAYA

Di kawasan yang terkenal dengan sebutan 'segi tiga emas' Surabaya, yaitu Jl
Pemuda, Jl Tais Nasution, dan Jl Simpang Dukuh setiap malam mulai pukul
18.00 para ABG (anak baru gede) mulai pasang aksi. Untuk bisa 'menggaet' ABG
di Surabaya memang gampang-gampang susah. Untuk yang memakai mobil pribadi,
tidak sulit. Dengan, sekali tekan klakson, mereka akan mendekat dan
menawarkan diri. Masalah tarif bisa dibicarakan sambil berjalan, kalau tidak
cocok, bisa dikembalikan ke tempat di mana mereka mangkal. Atau melakukan
tawar-menawar melalui 'negosiator' alias germo. Tapi, bagi mereka yang tidak
memiliki mobil pribadi, dengan taksi saja sudah bisa asalkan jangan berdua.
Harus sendiri. Apalagi, memakai sepeda motor, mereka akan menolak secara
tegas. Seorang penjual minuman yang mangkal di Jl Pemuda, langsung
memperingatkan. "Kalau mau booking ABG, jangan sekali-kali ada dua pria
dalam taksi itu, atau sepeda motor, mereka tidak mau, malah lari," katanya.
Saat di Jl Tais Nasution, tarifnya antara Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu.
Untuk short time, selama tiga jam. Selebihnya, silahkan transaksi dengan
ceweknya. Bisa ditawar ssalkan, jangan sampai Rp 100 ribu. Transaksi
biasanya tidak bisa langsung OK, tapi harus melalui proses. Pada saat itu,
GM (panggilan khusus untuk negosiator) memanggil cewek yang dimaksud agar
masuk lebih dulu ke dalam mobil. Tujuannya, tidak lain agar konsumen tahu
wajah dan panampilannya. Jl Embong Sawo, tidak jauh dari Jl Pemuda, hanya
sekitar 50 meter. Di tempat ini, tampak dua ABG duduk di atas sepeda motor,
sambil menghisap rokok. Keduanya, tidak langsung mendatangi mobil. Tapi,
germo yang menghampiri begitu jendela mobil terbuka. Di kawasan Jl Embong
Sawo ini tarifnya memang agak sedikit mahal dibandingkan dengan ABG di Jl
Tais Nasution. Yang membedakan karena di kawasan itu ABG-nya benar-benar
masih 'bau kencur'. Untuk tiga jam, mereka pasang tarif Rp 200 ribu. Memang,
bisa ditawar tapi tetap saja tidak boleh di bawah Rp 150 ribu. “Cewek di
sini memiliki ketangguhan dalam hal servis," ujar sang germo. Tanpa
menyebut, jenis ketangguhan yang dimaksud. Di Jl Simpang Dukuh memang lebih
ramai dibandingkan tempat mangkal lainnya karena terdapat diskotek. Selain
itu, tidak ada penerangan jalan yang menyebabkan anak-anak baru gede itu
tidak malu-malu menawarkan diri kepada 'konsumen' yang kebetulan lewat di
tempat tersebut. Di kawasan ini, mereka agak jual mahal. Tidak sembarangan
mau diajak. Bisa diajak 'karaoke' istilah oral seks di kalangan ABG.
Tarifnya tidak jauh beda dengan ABG yang mangkal di kawasan lainya, yakni Rp
150 ribu. Bahkan, kalau pandai menawar bisa turun hanya Rp Rp 125 ribu untuk
tiga jam pemakaian. Kalau mau nambah bisa dikalikan sendiri. Tapi di kawasan
ini harus ekstrahati-hati, germo sering main paksa. Kendati hanya sekadar
minta uang rokok, tapi biasanya memanfaatkan ABG dengan menyebutkan bahwa
'anak asuhnya' itu punya utang. Germo di Jl Tais Nasution, paling sedikit
memiliki lima 'anak asuh', dan paling banyak 20 orang. Mereka selalu membawa
foto 'anak asuh' dalam berbagai pose. Mereka sebagian besar dari kalangan
pelajar dan mahasiswa. Jika ditanya, mereka tidak sungkan-sungkan menyebut
nama SLTA tempat mereka sekolah atau menyebutkan nama perguruan tingginya
bagi yang mahasiswi.

Di Surabaya cukup banyak hotel yang sudah dikenal oleh ABG, antara lain
Hotel Pinang Inn (Jl Dinoyo), Hotel Puspa Asri (Jl Kenjeran), Hotel Malibu
(Jl Ngagel), Hotel Pondok Hijau (di kawasan Bukit Darmo Golf Surabaya). Para
sopir taksi juga sudah hafal betul nama-nama hotel tersebut. Sekali sebut
saja, pasti tidak akan salah alamat. Biasanya, tarif hotel untuk enam jam
pertama yakni Rp 60 ribu sampai Rp 70 ribu, dengan fasilitas sebuah
televisi, kulkas, dan air hangat. ABG jalanan ternyata bersaing dengan ABG
yang sudah tersedia di hotel-hotel. Seperti di Pinang Inn, misalnya, begitu
mobil masuk ke lapangan parkir, seorang petugas langsung berkata, "Lain kali
kalau ke sini, tidak perlu bawa pasangan, di sini banyak." Ia menawarkan
beberapa SPG (sales promotion girl) yang biasa bekerja di pertokoan elite.
Ia juga bercerita soal tanda-tanda kamar hotel sedang kosong atau penuh.
Jika, tampak tertutup, berarti kamar sedang terpakai, jika terbuka berarti
kosong.

Hunting Area.

Disco BEBAS. Rasanya tidak sulit mencari night club di Surabaya. Kalo
berburu GAREM BULJAR di disco BEBAS depanya hotel sheraton atau di samping
hotel Tunjungan.

Jl. Pemuda. Kalau di Surabaya cari aja di sekitar Tugu Bambu Runcing (Jl.
Pemuda) tarifnya Rp. 150.000,- Mereka Masih muda-2, cuman sayang jarang yang
mau oral.

Qemi Club. Mon Dec 13, 1999 11:25am. Dengernya sih kalo TG di surabaya itu
biasanya mangkal di Qemi Club ELMI HOTEL. cobain aja kesana.

Taman Apsari. Kalo lo kebetulan ke surabaya pastikan maen ke TA(Taman
Apsari) banyak stock ABG yang siap di........soal tarip bisa dinego good
luck and please try!!!!

Jl. Basuki Rakhmat dan Jl. PB Sudirman – banyak ABG. Rp. 150,000 / 2 jam

Tunjungan Plaza, kalo Anda ketemu dengan cewek yang berduaan dengan cewek
juga, coba saja Anda deketin, ajak bicara, tentunya dengan nada yang sopan,
walaupun mereka itu "barang" tetap aja mau dihargai sebagaimana layaknya
kita semua. Kalau Anda keluar malam saja di sekitar tunjungan juga banyak
sekali.

Kowloon. kalo di surabaya nyari yang mau sama mau, coba pergi ke kowloon, di
sana anak2 mudanya kebanyakan mau asal kamu pinter ngerayu dan dia suka.

On-the-spot joints (if home/hotel is inconvenient) :
Simphony. Mon Nov 1, 1999 2:06am. Simphony itu ada di jalan tunjungan,
sebelahnya hotel majapahit yang ada jalan masuk di toko bata itu lho di sana
tarifnya 150000, udah termasuk kamar dan ceweknya.

LA Country Club. Pertokoan Darmo Park I Blok 3B / 14-15-16 Telp. (031)
5672911 - 5673088 Coba gih si Indah K

Daerah Jl. Raya Kedungdoro di Pertokoan - a. Primadona ; b. Gandaria ; c.
Monalisa ; d. Transit Discotique

Pimps (in general):
Hartono. Contact Person: Hartono. Jl. W.R. Supratman No. 85, Surabaya. Phone
031-5677215 / 031-5683233

SUKA-SUKA Mini Pub. Contact Person: Rofi'i. Jl. Sono Kembang No. 5,
Surabaya. Phone 031-5340444 / 031-5469654

Cik Ing. Fri Feb 25, 2000 2:40am. Anda bisa hubungi 0816512081 (Cik Ing),
ABG2 yang biasa nongkrong di Tunjungan Plaza.

Cik Tien. Mau maen sama Artis?? Call (081-666-6935) ngomong sama Cik Tien,
terus bilang lo mau ngentot sama artis siapa. Nanti dia yang calling
agen-nya di Jakarta and kasih tau lo si artis bisa diajak apa nggak.
Sekalian juga tarifnya (kalau pas si artis memang bisa diajak).

Part-timers (amateurs):

Desy. Wed Nov 24, 1999 10:20am. Mas nyari yang nggak ada rambutnya, 2 minggu
lalu aku barusan make cewek namanya dessy, no telp 5615826. Moga2 bisa
berguna infonya., bilang aja dikenalkan ronny lewat internet.

INFO TRETES

Bisa cari selimut hidup disono dengan pilihan yg membludak, pokoknya cari yg
namanya jl. Merapi, terus elo masukin satu2 jalan2 kecil yang ada
disepanjang jalan itu. Didalam ada wisma2/rumah2 yang pake jendela kaca
bening. Ayam2 semua mejeng didalam, lo bisa milih dr luar atau masuk kedalam
juga boleh. Ada mami/papi san nya yang siap memberikan informasi tentang
service yang diberikan masing2 ayam yg lo tanya. Ada puluhan atau ratusan
wisma disono, bisa gempor lo jalanin semua. Saran gue, kalo udah ketemu yg
rada sreg langsung gepang aja, jangan terlalu milih, nanti lo malah dapat yg
jeblok lagi. Taripnya berkisar Rp 100,000,- sampai 200,000,- all night.
Cewek2nya bersih dan boljug, rata2 semua pinter merawat tubuh, ada dokter yg
rutin memeriksa (konon). Hati2 jangan sampai pilih ayam yang doyan tripping,
kecuali kalo lo juga doyan tripping. Cari yang namanya Wisma Gunawan atau
Wisma Anita, di Wisma Anita lo cari yang namanya Santi, nih ayam bener2
galak, ayam aduan cing, pokoknya lo bakalan kewalahan dah ngentot ama do'i,
ganas bener, BJ nya man, nggak kukuh man....Gue sampe mo kelenger dikerjain
ama do'i, mulai dr jam 9 sampe jam 3 pagi brur!! Padahal gue udeh mohon2
ampun ama do'i, tapi emang gile tuh, nah lo aja dah yg naklukin. Di wisma
ini lo juga boleh pake yg namanya Ellen, type pendiam diluar, ngentotnya
jago juga, BJ nya juga hebring cing....kalo lo bersikap manis, lo bisa pake
juga lewat belakang, toketnya gede......

Hotel yg bisa lo pake:

FORESTA INN, Jl. Foresta 20, telp. 0343-881086, 883168, Tretes, Pasuruan,
Jawa Timur. Taripnya kurang lebih Rp 100,000,- standard room agak sempit,
kamar mandi dalam, tapi semuanya cukup menyenangkan untyuk harga segitu.
Wellcome drink cuman teh panas atau sekoteng doang. Dapat breakfast utk 2
orang.

TANJUNG PLAZA HOTEL, Jl. Willis 7, telp. 0343-81102, 81173, Tretes. Taripnya
dan fasilitasnya sama dengan Foresta, kamarnya juga lumayan bersih dan baik.


TRETES VIEW HOTEL, Jl. Gajah Mada 6-7, Tretes. Tarip nya kurang lebih Rp
100,000,- - 125,000,- utk bukan hari sabtu atau libur. Kamarnya memuaskan,
bersih, cukup mewah dengan perlengkapan komplit, cuman kagak ada kondomnya
aja. Dapat breakfast juga denk....

INFO TULUNGAGUNG

Jl. Kapt. Kasihin no.(gue lupa), telp. (0315) 325423. Rumahan juga, ceweknya
sedikit tapi ada beberapa yg boljug. Cari yg namanya Ayu, umurnya 18
tahunan, tampang lumayan, ngewenya lumayan oke, cuman buat bj masih baru
tahap belajar. Tarip Rp 150,000,- untuk all night. Coba deh nginapnya di
Narita hotel (Tulung Agung) jl. K.H.Agus Salim 87-89, telp. 0355-21608,
satu2nya hotel yang cukup mewah dengan tarip terjangkau. Sebenarnya banyak
sekali tempat esek2 rumahan dikota kecil ini, elu coba aje pake becak, suruh
anterin ke tempat2 ngewe, pasti pada tahu semua.

INFO MALANG

Di Malang belakangan ini, memang banyak pelacur ABG yang datang dari
kalangan 'atas' dengan tarif rata-rata - sebelum dipotong honorarium GM-nya
- Rp 500.000 sekali pakai. Sedikitnya, saat ini ada 25 ABG dari kalangan
etnis Cina. Tapi tidak gampang menemui ABG di Kota Apel itu. Mereka bergerak
secara rapi. Lokasi mangkal ABG --di Malang kerap disebut ayam abu-abu (bagi
yang terlihat berseragam SMU) atau ayam kampus (khusus bagi pelacur ABG dari
kalangan mahasiswi)-- bisa ditemui di Plaza Dieng, food court Plaza Sarinah,
di samping diskotek My Place, Laguna, dan Djoko Tarub Discoteque di kawasan
wisata Batu. Ada pula yang terang-terangan membuka praktek. Mereka bisa
ditemui setiap saat di Hotel Royal Inn. Sisanya, di Hotel Garuda atau
penginapan kelas bawah lain, merupakan pelacur profesional berusia 25 hingga
30 tahun. Berbeda dengan ABG di Surabaya yang berani menjajakan diri di
tempat terbuka seperti di pinggir jalan --para 'pemakai' menyebutnya sebagai
pelacur embongan (jalanan)-- di Malang hanya bisa dijumpai di tempat-tempat
keramaian seperti pertokoan atau kawasan tempat nongkrong anak muda. Mereka
juga bisa ditemui di karaoke, diskotek, atau kafe. Mereka memanfaatkan radio
panggil (pager) bahkan ponsel (handphone) untuk mempermudah transaksi.
Mereka rata-rata bergabung dalam induk semang/mami atau germo (GM). Tempat
yang paling terkenal adalah kawasan Tlogomas dan Jl Tirtonadi. Ada satu yang
tidak beroperasi lagi yakni yang di Jl Bandung 14. Di kawasan wisata Batu,
mereka bisa ditemui di Jaka Tarub Discoteque di Hotel Purnama. Masyarakat
setempat juga mengenali ABG muka lama atau pendatang baru. Masih di Batu,
ada satu lagi Diskotek Fantasia yang pada Jumat, Sabtu, dan Minggu dijejali
ABG. Di sekitar dua diskotek tersebut terdapat ratusan vila yang bisa disewa
per jam. Bahkan, harga sewa bisa terbilang sangat murah, kecuali Sabtu dan
Minggu. Pada hari biasa harga sewa dalam kisaran Rp 25.000 hingga Rp 100.000
per paro hari. Tidak usah ragu-ragu, karena para penjaga vila senantiasa
bersikap proaktif. Mereka juga tak jarang berperan ganda sebagai broker
(pialang) atau perantara atas permintaan para ABG.

Hunting Area.

MEPLIS Cafe, suruh taksi anterin. Disono banyak 'ayam2' muda alias ABG yang
'bispak'. Gue belon pernah cobain, kalo elu2 ada yg pernah nyobain, kasih
tahu gue ye.....

REGENT Discotique, banyak cw yg 'bispak', gue juga belon nyobain

On-the-spot joints (if home/hotel is inconvenient) :

Panti Pijat Shilviana. Karang Ploso, Malang
Panti Pijat Rini Jaya. Kepanjen, Malang
Panti Pijat Ramayana. Batu, Malang
Panti Pijat Lia Jasa. Batu, Malang
Panti Pijat Tri MJ. Batu, Malang
semua di atas tarif rata-rata Rp. 40-50 ribu

Pimps (in general):
Andre. Contact Person: Andre. Malang. E-mail andre@malang. wasantara. net.id
Toko Kue A. Jl. Semeru, Malang Coba telp. (0341)325424
Lady Escort. Jl. Nusa Indah 4, Malang

INFO BALI

Hartono. Contact Person: Hartono. Jl. By-Pass Ngurah Rai No. 126, Jimbaran,
Nusa Dua, Bali. Phone 0361-771231

SILVIANA MASSAGE, Jl Teuku Umar (dekat simpang enam). Sebenarnya tempatnya
ada 2, tapi gue lupa yg satunya. Taripnya gue lupa, sekitar Rp 20,000,0 -
30,000,- per jam. Cukupan deh untuk kebersihan, kamarnya pas2an, cuman
ditutup ama gordyn. Elo masuk aja, nanti disodorin album foto ceweknya,
terus elo pilih deh. Jeli2 aja luh, soalnya di-foto ama kenyataannya suka
ngagetin. Sampai didalam semua terserah anda, elu nego sama tuh cw, taripnya
antara 50,000,- sampai 100,000,-. Elo bisa minta diBJ sekalian ngentot,
cuman jangan terlalu nafsu, soalnya tuh ranjang bisa ngeluarin musik
berisik. Ceweknya ada yg oke ada yg kayak tokek.

KUTA BUGAR, Jl. raya kuta (Dr persimpangan patung Bisma yang ada di ujung By
Pass, ambil jurusan Kuta, nanti ketemu plang gede KUTA BUGAR disebelah
kanan). Pas elu masuk, nanti ada supervisor massage girl yg layanin elu, elo
tinggal milih ceweknya melalui akuarium/etalase kaca, ceweknya buanyuak lho,
dateng sore2an atau siang2an, mumpung masih banyak yg nampang disono, ntar
elu sebutin nomornya, terus elu akan dipandu ama pilihan elu kekamar, dapet
minuman. Taripnya antara 45,000,-an per jam. Kamarnya bersih, gedenya pas2an
buat mijit, didalam kamar elu bisa nego, kebanyakan nggak bisa ngentot
disono, paling2 cuman dikocokin doang, taripnya antara 50,000,-an,
tergantung kepinteran elo ngerayunya, gue rasa sih bisa aja ngentot atau
suruh BJ disono. Elo bisa janjian ama tuh cw, waktu pulangnya kira2 jam 11
malam, terus lo jemput dan bokul ke hotel, terus gue nggak tau dah kejadian
selanjutnya. Taripnya antara 100,000,- - 150,000,- an.

Tue, 4 Jun 1996 03:44:36 UTCBali, Indonesia, has a great scene with
beautiful women at all prices. Seems nowadays in all the upscale clubs north
of Kuta (Double Six, Gado-Gado) the hottest chicks are for sale. You have to
woo them a little and then negotiate 50-200. Many of my friends swear by it.
I have never done it but I have certainly seen the girls -- knockouts with
class.

INFO MAKASSAR

Selain di Pantai Losari, para ABG juga bisa ditemui di bioskop Studio 21
atau di pinggir Jalan Dr Sam Ratulangi. Ada pula kelompok lain yang lebih
banyak menjaring mangsa di night club seperti Ziqzaq di Makassar Golden
Hotel (MGH) atau di M Club Kawasan perumahan elite Panakukang Mas. Soal
tarif, bagi pria yang tidak begitu dikenal tidak ada kompromi. Nginap bisa
Rp 400.000. Kalau hanya dua sampai tiga jam saja, Rp 250.000 sampai Rp
300.000. Mereka juga bisa mencari mangsa melalui germo atau perantara lah
istilah alusnya.

INFO MANADO

Tarif yang dipasang para ABG di kota ini bervariasi antara Rp 100.000 sampai
Rp 300.000. Soal tarif, tergantung tampang dan sikap pria. Bila ganteng dan
menyenangkan, bisa dapat harga murah. Selain di diskotek, mereka juga sering
bergentayangan di mal. Salah satu mal yang dijadikan tempat mangkal para
gadis ABG di Manado, adalah mal di Jl Sam Ratulangi, yang berhadapan persis
dengan markas Korem 131/Santiago. Di mal tersebut, mulai tengah hari sampai
menjelang tutup, banyak gadis ABG yang berkeliaran. Cara mereka memancing
pria nakal, berpura-pura menunggu seseorang sampil berusaha tersenyum bila
bertatapan dengan seorang pria. Di tempat-tempat terbuka seperti di mal-mal,
para ABG Manado biasanya mondar-mandir. Cara jalan mereka persis sedang
beraksi di atas cat-walk. Dan untuk mendapatkan mereka, tak perlu main
kucing-kucingan. Biasanya diawali dengan makan bersama atau belanja.
Seterusnya, terserah Anda, bisa di motel di luar kota, atau di hotel. Para
pria yang sering berkencan dengan ABG pun sudah hafal betul gaya mereka.
Bila menjumpai ABG yang tersenyum, langsung didekati dan ngobrol
'ngalor-ngidul' sebentar, kemudian mencari tempat. Salah seorang pria yang
sering berkencan dengan ABG mengatakan, ia hampir tidak pernah mengeluarkan
uang dalam berkencan dengan ABG. Ia mengeluarkan uang paling untuk membeli
makanan dan sewa kamar hotel. ABG di Manado sangat sok gengsi. Mereka berani
melempar bundelan uang jutaan ke luar mobil, bila tersinggung. Mereka tidak
gila duit. Jangan bergaya sok kaya di hadapan mereka. Wilayah operasi para
ABG Manado memang tak sulit dijumpai. Selain lokasi di seputaran mal di
Jalan Sam Ratulangi, baik di luar maupun di dalam gedung, para ABG Manado
dapat pula ditemui di sejumlah kafe di Manado Boulevard, atau di beberapa
tempat hiburan malam. Sangat sulit menjumpai mereka di hotel-hotel
berbintang.

INFO KALIMANTAN TIMUR

Di Tanjung Selor, ibu kota Kabupaten Bulungan, Kalimantan Timur. Umumnya
kencan dilakukan di semak-semak, atau di balik pohon, di tempat kost bila
siang hari, atau di atas kapal yang banyak bertambat di daerah ini, atau
bahkan di dalam mobil. Para ABG paling takut bila diajak kencan di hotel
maupun penginapan setempat. Kalaupun bersedia, maunya hotel atau penginapan
di Kota Madia Turakan, sekitar satu jam setengah dari Tanjung Selor, bila
menggunakan long boat. ABG yang bisa diajak kencan di Tanjung Selor, banyak
berkeliaran menjelang masa ulangan umum. Menurut Elin, banyaknya ABG yang
'turun ke jalan' pada saat-saat seperti itu karena mereka membutuhkan uang
untuk keperluan sekolah. Elin mengakui bahwa mereka yang dari pedalaman
sangat kekurangan uang. Untuk membiayai kehidupan sehari-hari memang
mencukupi, tapi bila kebutuhan uang mulai agak besar seperti menjelang
ulangan umum atau ujian, mereka hampir tidak berdaya. Orang tuanya yang
berada jauh di pedalaman hanya petani atau peladang berpindah. Ketika
berangkat dari kampung halamannya untuk melanjutkan sekolah ke kota, mereka
memang sudah dipersiapkan sedemikian rupa oleh orang tuanya agar terhindar
dari 'malapetaka' kehamilan.

Lain lagi cerita ABG di Samarinda, mereka rata-rata anak putus sekolah
dengan usia 14 sampai 17 tahun. Setiap hari mereka bisa ditemukan di
sepanjang tepian Mahakam, terutama di Jl Slamet Riady atau lebih dikenal
dengan sebutan Karang Asam. Pria yang singgah di sana, ditawari oleh
sejumlah wanita untuk minum sambil makan jagung manis. Kepada tamu, mereka
hampir selalu mengatakan, "Mampir Mas, sambil minum dan bercinta." Kata
'bercinta' itulah yang menjadi daya tarik. Pada pukul 19.00 hingga 21.30 di
tempat itu biasa nongkrong anak sekolah.